Seskab Teddy Sebut MotoGP Mandalika Momentum Pembalap Muda Indonesia
Teddy Indra Wijaya menilai MotoGP Mandalika 2026 menjadi kesempatan bagi pembalap muda Indonesia sekaligus memperkuat citra pariwisata nasional.
Kepala Staf Presiden Moeldoko. /Suara.com-Ummi Saleh
Harianjogja.com, JAKARTA - Moeldoko mengaku diminta Jokowi untuk menangani bidang yang sama seperti sebelumnya yaitu sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) seperti pada Kabinet Kerja Jilid I.
Moeldoko yang juga mantan Panglima TNI itu merupakan orang terakhir yang keluar dari area Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/10/2019) malam. Ia keluar dari area dalam Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 20.15 WIB.
Moeldoko tergolong lama berada di dalam karena masuk pada sekitar pukul 15.00 WIB.
Pria yang lahir di Kediri, 8 Juli 1957, itu mengaku mendapatkan amanah untuk membantu Presiden pada posisi yang tidak berubah
“Tugas seperti biasa, membantu Presiden,” kata Moeldoko menjawab pertanyaan wartawan.
Namun, saat ditanya lebih lanjut terkait dengan jabatan yang akan diembannya, Moeldoko tidak menjawab secara detail.
“Kalau diumumkan sekarang enggak serem dong, besok saja. Intinya Presiden meminta untuk saya bisa membantu beliau dan saya siap melaksanakan tugas. Bidangnya tidak berubah,” katanya.
Moeldoko sebelumnya adalah Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki yang menjadi Koordinator Staf Khusus Presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Teddy Indra Wijaya menilai MotoGP Mandalika 2026 menjadi kesempatan bagi pembalap muda Indonesia sekaligus memperkuat citra pariwisata nasional.
Jean-Paul van Gastel tetap bangga dengan perjuangan PSIM Jogja meski kalah 0-4 dari Persija. Ze Valente menyoroti perbedaan kualitas kedua tim.
Real Madrid menjamu Villarreal pada pekan kedelapan La Liga. Mourinho memburu kemenangan untuk menjaga persaingan di papan atas.
Cristiano Ronaldo terancam skorsing 1–6 bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal. Pengakuannya berpeluang meringankan hukuman.
Sebanyak 34 atlet paralimpik serta 16 pelatih dan ofisial asal Jawa Tengah resmi menjadi bagian tulang punggung kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games
Kirana Larasati membantah terlibat dalam dugaan penipuan investasi emas Rp25 miliar. Ia mengaku telah memutus kontrak dan siap kooperatif.