Ditawari Jadi Menteri, Erick Thohir Berat untuk Resign

Erick Thohir memberikan keterangan pers seusai wawancara calon menteri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusuma Wardhani
21 Oktober 2019 17:47 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Erick Thohir mengaku siap jika diminta untuk membantu Presiden Joko Widodo dalam kabinetnya periode 2019-2024.

Erick terlihat datang ke Komplek Istana Kepresidenan pada pukul 11.10 WIB. Pertemuan Erick berlangsung cukup lama yakni sekitar 2 jam.

"Saya rasa kalau masalah posisi, biar Presiden yang mengumumkan. Tetapi intinya, tentu interview saya rasa masing-masing calon menteri cukup lama karena memang beliau sangat detail breakdown rencana kerja," tekannya, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, jabatan menteri tidak dimaknai sebagai sebuah euforia, tetapi lebih kepada amanah yang berat untuk dijalankan. Apalagi, di situasi ekonomi yang cukup menantang saat ini, dia menyebut posisi menteri membutuhkan komitmen dan strategi yang jelas.

Tak hanya itu, ia menambahkan latar belakangnya sebagai pengusaha, sama dengan Wishnutama dan Nadime Makarim bakal memperkaya perspektif kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Dia pun berseloroh posisinya kemungkinan tidak jauh dari kementerian yang mengurus persoalan ekonomi di Indonesia.

Terkait jabatannya sebagai Komisaris Utama Mahaka Grup, dia mengaku bakal mengundurkan diri jika sudah ada kepastian atas posisinya di kementerian.

"Ya sudah pasti dengan jabatan seperti ini tidak boleh conflict of interest. Ya tentu kita harus berhenti total. Memang cukup berat bagi saya secara pribadi," katanya.

Pasalnya, dia mengaku sudah berhenti dari pekerjaannya selama hampir tiga tahun akibat posisinya yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 dan saat ini baru aktif kembali bekerja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia