Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7/2019)./Antara-Fauzi Lamboka.
Harianjogja.com, JAKARTA-- Ketum NasDem Surya Paloh dikabarkan bakal bertemu dengan PKS, partai yang secara tegas menyatakan oposisi terhadap pemerintah.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman buka suara terkait kemungkinan Partai NasDem menjadi oposisi pemerintah Jokowi. Sohibul menghormati apapun keputusan partai besutan Surya Paloh nantinya.
Sohibul mengaku sempat berbincang santai dengan Surya Paloh saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR RI, Minggu (20/10/2019) lalu. Bahkan, Surya Paloh turut menghormati sikap politik PKS.
"Kemarin waktu pelantikan Pak Jokowi, saya kebetulan duduknya disamping pak Surya Paloh ya. Kami ngobrol pak Surya Paloh menyampaikan kepada saya, dia menghormati apa yang menjadi pilihan politik PKS dan beliau menyatakan ingin membangun silaturahim," ujar Sohibul di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019).
Untuk itu, PKS akan menggelar pertemuan dengan Partai NasDem pekan depan. Persamuhan tersebut akan berlangsung di kantor DPP PKS dalam waktu dekat.
"InshaAllah, direncanakan pekan depan mungkin hari Rabu, NasDem itu akan hadir ke DPP PKS, Pak Surya Paloh mengatakan, \'dinda saya akan datang membawa 10 orang lah ke DPP PKS\'. Ketika saya katakan, \'Bang saya saja deh yang ke NasDem\', dia bilang \'tidak boleh saya harus datang ke PKS," kata dia.
Sebagaiman diketahui, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai peluang Partai Gerindra bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi akan semakin membuat koalisi pemerintah semakin gemuk.
Menurutnya, jika tidak ada oposisi maka pemerintahan Jokowi pun bisa berpeluang ke arah sistem otoritarian.
"Tidak baik kalau tidak ada check and balances, tak lagi oposisi, demokrasi selesai. Negara cenderung akan otoriter dan monarki," kata Surya Paloh usai pelantikan Jokowi - Ma\'ruf Amin, Minggu (20/10/2019).
Bahkan, Surya Paloh pun menyampaikan, jika nantinya tidak ada lagi partai penyeimbang, NasDem tak masalah untuk keluar dari koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.
"Kalau tidak ada yang mau jadi oposisi, Nasdem saja jadi oposisi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Alkid dan MPP Balaikota. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.