Teroris JAD Berencana Serang Mapolres Cirebon dan Rumah Ibadah dengan Bom Kimia

Personel Densus 88 Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti usai menggeledah kontrakan terduga teroris berinisial NAS dari kelompok Abu Zee Al Baghdadi di Kampung Rawa Kalong, Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019). - Antara Foto/ Arisanto.
16 Oktober 2019 00:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menemukan bahan kimia berbahaya dalam bom yang dirakit oleh terduga teroris. Bahan kimia berbahaya itu ditemukan ketika Densus 88 menangkap dua terduga teroris berinisial S dan LT di Cirebon, Jawa Barat pada Selasa (15/10/2019) hari ini.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, selain bahan kimia berbahaya, ditemukan juga beberapa paku dan baut pada bom rakitan tersebut. Dedi menyebut bom rakitan tersebut khas jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Kekhasan JAD, ada paku, baut, namun sekarang ada tambahan lagi bahan-bahan kimia yang bisa membahayakan," kata Dedi saat jumpa pers di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,  Selasa (15/10/2019).

Dedi mengungkapkan, Densus 88 telah memeriksa dua terduga teroris tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui terduga teroris berinisial LT hendak melakukan amaliah dengan sasaran Mapolres Cirebon dan rumah ibadah.

"Saudara LT ini sudah dipersiapkan dia sebagai suicide bomber [pembom bunuh diri]. Sudah dipersiapkan, sasarannya adalah Mako Polri yang ada di Cirebon [Polres Cirebon] dan tempat ibadah," ungkapnya.

Densus 88 Antiteror telah menangkap 26 terduga teroris sejak 10 hingga 15 Oktober 2019. Mereka ditangkap di beberapa wilayah di Indonesia.

Sumber : Suara.com