Relawan Jokowi Ngaku Dianiaya di Masjid, Pengurus Masjid: Kalau Tak Kami Amankan, Pasti Babak Belur

Ilustrasi kekerasan - JIBI
08 Oktober 2019 17:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng mengaku dianiaya di dalam masjid. namun anggota Dewan Pembina Masjid Al-Falah, Penjompongan, Jakarta Pusat, Iskandar justru memastikan tidak ada penculikan dan pemukulan terhadap Ninoy.

Iskandar mengatakan, Ninoy justru dibawa masuk ke dalam Masjid Al Falah lantaran diamuk massa.

Dia menuturkan, pada 30 September 2019, Masjid Al Falah memang dijadikan posko medis untuk mengobati mahasiswa demonstran penolak beragam RUU bermasalah yang terluka.

Mahasiswa, pelajar, ataupun masyarakat yang mengalami luka di bawa ke dalam masjid. Sementara beberapa yang mengalami sesak nafas ditidurkan di sepanjang jalan depan Masjid Al Falah.

"Karena ini adalah posko kesehatan, posko kesehatan ada di masjid, tapi bukan kami yang menyiapkan [tim medis] datang sendiri. Karena ini area tempat ibadah yang paling aman, sehingga para demonstran pada saat menyelamatkan diri pada lari ke sini," kata Iskandar saat ditemui di Masjid Al-Falah, Penjompongan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Tiba-tiba, kata Iskandar, dirinya melihat ada seseorang yang diamuk massa persis di depan Masjid Al Falah. Belakang Iskandar baru mengetahui kalau orang tersebut ialah Ninoy Karundeng.

"Beliau dipukul di depan sana itu, di depan masjid. Kalau kami tidak amankan, pasti paling tidak babak-belur lah," tuturnya.

Setelah Ninoy diamankan ke dalam Masjid Al Falah, pintu gerbang lantas rapat-rapat ditutup. Menurut Iskandar, memang ada beberapa orang yang masih saja mencoba masuk ke dalam Masjid Al-Falah untuk memukul Ninoy.

"Pintu ini kami tutup, supaya jangan masuk. Memang masih dikejar, masih ada yang mau mukul belum puas kali atau bagaimana," ungkapnya.

Iskandar memastikan, saat dibawa ke dalam Masjid Al Falah, tidak ada tindakan penganiayaan terhadap Ninoy.

Menurutnya, Ninoy di bawa ke ruang medis yang isinya hanyalah petugas medis, yakni ibu-ibu.

"Kalau masuk di sini, tidak ada penyekapan, tidak ada penculikan. Justru diamankan," imbuhnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Iskandar mengaku tidak lagi mengetahui kejadian lebih lanjut. Sebab, dirinya memilih untuk pulang ke rumah, lantaran sudah tidak kuat terdampak gas air mata yang terasa sampai ke Masjid Al Falah.

Keesokan harinya, yakni pada 1 Oktober 2019 sekitar pukul 04.00 WIB, Iskandar kembali menuju Masjid Al Falah untuk menunaikan ibadah salat Subuh. Ninoy masih ada di sana.

Seusai salat Subuh, kata Iskandar, Ninoy akhirnya dibolehkan untuk pulang menggunakan jasa ojek online.

"Dia keluar dari sini salam-salaman kok. Berarti secara psikologis, tidak ada tekanan apa-apa.”

Sumber : Suara.com