Dampak Kekeringan, Kangguru Makan Bangkai hingga Tisu Toilet

Seorang warga Dusun Wuni mengambil air di telaga di Dusun Wuni, Desa Nglindur, Kecamatan Girisubo, Sabtu (30/6/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
08 Oktober 2019 11:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SYDNEY--Kekeringan memaksa kanguru di sejumlah wilayah Australia memakan bangkai kangguru lainnya hingga makan tisu toilet karena tanaman yang menjadi sumber makanan mereka mati.

Pakar lingkungan di Australia mengatakan jutaan kanguru terancam mati karena kekeringan parah yang melanda sejumlah wilayah khususny di kawasan Timur Australia.

Ahli ekologi independen John Read mengatakan, kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan kematian satwa ini dalam skala yang besar. "Kami telah melihat kematian kanguru besar selama 12 bulan terakhir," kata Read.

"Di seluruh Australia tengah, jutaan kanguru pada dasarnya mati kelaparan dan orang-orang akan semakin sering melihat kanguru mati di jalan."

Pakar Ekologi dari Universitas New South Wales di Sydney Katherine Moseby mengatakan dirinya pernah menyaksikan kanguru sangat kesulitan mencari makanan di banyak kawasan di Australia.

"Musim panas lalu, kami mengalami kematian kanguru besar-besaran di semua area tempat saya bekerja di zona gersang, tetapi, khususnya, beberapa area di Flinders Ranges di Australia Selatan," kata Moseby.

"Kami melihat kanguru mendatangi toilet umum dan memakan tisu toilet."

"Kami bahkan pernah menyaksikan mereka memakan isi perut kanguru yang mati di pinggir jalan, mereka mencoba mendapatkan nutrisi dari bangkai kanguru. Pemandangan yang cukup mengerikan untuk dilihat.

"Dampak kekeringan misalnya mulai terasa di Cagar Alam Arkaroola di Australia Selatan yang menjadi rumah bagi sejumlah satwa ikonik Australia seperti walabi batu berkaki kuning, yang diklasifikasikan sebagai hampir terancam.

Manajer Vicki-Lee Wilson mengatakan beberapa sumber air minum satwa di kawasan itu telah mengering untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai.

"Ada beberapa mata air yang kami pikir akan tersedia selamanya, tapi sekarang telah kering selama satu setengah tahun," katanya.

"Air yang tersisa di lubang air benar-benar keruh, kondisinya mengerikan."

Sumber : Antara