Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Ilustrasi medsos
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah start up kawakan di Indonesia banyak yang mampu memikat investor dari luar negeri. Besarnya kemampuan mengoleksi data dari sistem yang dimiliki start up menjadi daya tarik bagi investor dari luar negeri untuk menyuntikkan dana.
Hal itu disampaikan Analis Media Sosial Ismail Fahmi dalam seminar bertajuk Business Intelligence Akselerasi Transformasi Proses Bisnis yang digelar Prodi Teknik Industri Program Magister FTI Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (5/10/2019).
Fahmi mengatakan start up besar seperti Gojek, Grab Tokopedia, Bukalapak banyak investor dari luar negeri, karena investor luar negeri bisa mengambil keuntungan dari data yang dimiliki start up tersebut.
“Dari data itu mereka tahu contohnya produk batik apa yang paling banyak dijual di Jogja dan kota lain, siapa yang beli, pola batik apa yang disukai. Kalau data itu bisa mereka dapatkan, sehingga mereka bisa memberitahu atau membuatnya sendiri, sekarang banyak batik cetak dari luar negeri,” terang dia dalam rilisnya.
Ia mengatakan sistem data itulah saat ini disebut dengan business intelligence yang sudah banyak dikembangkan perusahaan luar negeri. “Kalau perusahaan tidak mengerti ini akhirnya yang masuk kan orang-orang yang tidak mengerti data ini, kalau perusahaan tidak memiliki kemampuan business intelligence maka dia tidak mampu bersaing di dunia internasional,” katanya.
Ketua Prodi Teknik Industri Program Magister FTI UII Winda Nur Cahyo mengatakan business intelligence membantu mengambil keputusan yang bersifat strategis. Melalui keputusan yang tepat itu akan mempengaruhi pendapatan perusahaan sehingga berdampak pada keuntungan.
“Selain itu business intelligence ini bisa mengurangi biaya operasional seperti biaya penelitian untuk mempengaruhi pola perilaku pelanggan dalam membeli barang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.