Gempa M 4,8 Guncang Sigi, BMKG: Getaran Sampai Palu
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.
Ilustrasi medsos
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah start up kawakan di Indonesia banyak yang mampu memikat investor dari luar negeri. Besarnya kemampuan mengoleksi data dari sistem yang dimiliki start up menjadi daya tarik bagi investor dari luar negeri untuk menyuntikkan dana.
Hal itu disampaikan Analis Media Sosial Ismail Fahmi dalam seminar bertajuk Business Intelligence Akselerasi Transformasi Proses Bisnis yang digelar Prodi Teknik Industri Program Magister FTI Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (5/10/2019).
Fahmi mengatakan start up besar seperti Gojek, Grab Tokopedia, Bukalapak banyak investor dari luar negeri, karena investor luar negeri bisa mengambil keuntungan dari data yang dimiliki start up tersebut.
“Dari data itu mereka tahu contohnya produk batik apa yang paling banyak dijual di Jogja dan kota lain, siapa yang beli, pola batik apa yang disukai. Kalau data itu bisa mereka dapatkan, sehingga mereka bisa memberitahu atau membuatnya sendiri, sekarang banyak batik cetak dari luar negeri,” terang dia dalam rilisnya.
Ia mengatakan sistem data itulah saat ini disebut dengan business intelligence yang sudah banyak dikembangkan perusahaan luar negeri. “Kalau perusahaan tidak mengerti ini akhirnya yang masuk kan orang-orang yang tidak mengerti data ini, kalau perusahaan tidak memiliki kemampuan business intelligence maka dia tidak mampu bersaing di dunia internasional,” katanya.
Ketua Prodi Teknik Industri Program Magister FTI UII Winda Nur Cahyo mengatakan business intelligence membantu mengambil keputusan yang bersifat strategis. Melalui keputusan yang tepat itu akan mempengaruhi pendapatan perusahaan sehingga berdampak pada keuntungan.
“Selain itu business intelligence ini bisa mengurangi biaya operasional seperti biaya penelitian untuk mempengaruhi pola perilaku pelanggan dalam membeli barang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.