Advertisement

Jurnalis Indonesia yang Tertembak Polisi Hong Kong Kini Mengalami Kebutaan Permanen

Newswire
Kamis, 03 Oktober 2019 - 00:37 WIB
Bhekti Suryani
Jurnalis Indonesia yang Tertembak Polisi Hong Kong Kini Mengalami Kebutaan Permanen Unjuk rasa menentang RUU ekstradisi di Hong Kong. - AFP

Advertisement

Harianjogja.com, HONG KONG- Jurnalis Indonesia korban penembakan polisi Hong Kong kini harus mengalami kebutaan.

Veby Mega Indah, jurnalis Indonesia, mengalami kebuataan pada mata kanannya seusai terkena tembakan polisi saat meliput demonstrasi di Hong Kong pada Minggu (29/9/2019).

Advertisement

Jerome Taylor, jurnalis AFP di Hong Kong dalam Twitternya, Rabu (2/10/2019) menuliskan informasi kebutaan Veby dengan mencantumkan foto yang berisi keterangan dari Michael Vidler, pengacara Veby.

"Para dokter yang merawat Veby hari ini menginformasikan kepadanya bahwa cedera yang dialami akibat terkena tembakan polisi menyebabkan kebutaan permanen pada mata kanannya. Dia telah diinformasikan bahwa pupil matanya robek akibat kuatnya benturan. Persentase kerusakannya hanya dapat dinilai setelah operasi," tulis Vidler, menambahkan bahwa keluarga Veby sudah beada di Hong Kong.

Vidler menjelaskan bahwa dia telah menerima bukti dari pihak ketiga yang mengindikasikan proyektil yang membutakan Veby adalah peluru karet.

Veby merupakan seorang jurnalis dari media Suara berbahasa Indonesia di Hong Kong, sedang berada di posisi di jembatan pejalan kaki yang menghubungkan HK Immigration Tower dengan Exit A4 dari Stasiun MTR Wanchai.

Dia telah mengenakan rompi warna mencolok dengan tulisan "PRESS", helm pelindung dengan tulisan "PRESS", dan kartu identitas jurnalis yang dikalungkan di lehernya.

Berdasarkan keterangan pengacara Michael Vidler di Vidler & Co Solicitors yang mewakili Veby, proyektil tersebut menghantam kaca mata pelindung yang dikenakan Veby dari jarak sekitar 12 meter. Kuatnya benturan mengakibatkan cedera parah di mata kanannya, luka sayat di dekat mata kanan, yang harus dijahit dan cedera di mata kirinya.

Saat di rumah sakit, Veby kepada South China Morning Post, Senin (30/9/2019) mengeluh sangat sakit dan pusing. Mata kanan dan dahinya bengkak.

Dalam sebuah video yang diperoleh SCMP, seorang wanita terdengar menjerit, kemudian Veby terlihat jatuh dan sudah dikelilingi oleh sekelompok wartawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Okezone.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Jumat 26 April 2024

Jogja
| Jum'at, 26 April 2024, 03:17 WIB

Advertisement

alt

Sandiaga Tawarkan Ritual Melukat ke Peserta World Water Forum di Bali

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 19:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement