Negara Butuh Duit Rp375 Triliun untuk Bangun Tol di Periode Kedua Jokowi

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
28 September 2019 00:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Negara membutuhkan biaya ratusan triliun untuk pembangunan tol.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode kedua bakal melanjutkan pembangunan Jalan Tol. Sepanjang 2.500 kilometer akan dibangun pada periode 2019-2024.

Namun, pembangunan jalan tol itu membutuhkan dana besar. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR) Basuki Hadimuljono menyebut, dibutuhkan dana sekitar Rp375 triliun untuk membangun jalan tol sepanjang itu.

"Kalau setiap kilometer Rp105 miliar berarti untuk jalan tol ke depan Rp250 triliun sampai Rp 375 triliun," kata Basuki dalam acara diskusi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kawasan SCBD Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Dengan dana yang sebesar itu, Basuki juga mendorong emiten pasar modal juga ikut berinvestasi jalan tol. Sehingga, pembangunan jalan tol itu tak membuat beban APBN.

"Sekuritas juga produknya bisa berkontribusi dari kebutuhan modal investor," imbuh dia.

Sebelumnya, Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Jalan tol yang akan dikejar yaitu Jalan Tol Trans Sumatera.

"Kalau ditotal seluruhnya seperti penugasan tidak kurang 2.500 km jalan tol akan dibangun dalam lima tahun ke depan," ujarnya.

Basuki menuturkan, pada periode pertama 2014-2019 pemerintah telah berhasil membangun dan mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.852 kilometer.

Angka itu, sambung Basuki, melebihi target awal yang diperkirakan sepanjang 1.060 kilometer.

"Komitmen konektivitas Pak Jokowi 5 tahun ke depan dari Aceh sampai Bakauheni harus tersambung," katanya.

Sumber : Suara.com