Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela Rp340 Triliun
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Foto ilustrasi kendaraan melintas di jalan tol. - Freepik
Harianjogja.com, BEKASI—Volume kendaraan yang melintasi Ruas Tol Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) mengalami lonjakan signifikan selama momentum libur Hari Raya Waisak 2026. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 82.314 kendaraan melintas di kedua arah pada Minggu (31/5/2026).
Peningkatan arus lalu lintas tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang. Jumlah kendaraan yang melintas tercatat naik 45,6 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang rata-rata mencapai 56.534 kendaraan per hari.
Direktur Utama PT JJC Hendri Taufik mengatakan kenaikan volume kendaraan masih terjadi baik untuk perjalanan menuju Cikampek maupun arus balik ke arah Jakarta melalui Ruas Jalan Layang MBZ.
"Mobilitas kendaraan ini menunjukkan masih terjadi peningkatan volume kendaraan baik menuju Cikampek maupun arah sebaliknya melalui Ruas Jalan Layang MBZ pada Hari Raya Waisak tahun 2026," katanya di Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan data perusahaan, kendaraan yang bergerak dari arah Jakarta menuju Cikampek mencapai 31.362 unit. Angka tersebut meningkat 34,94 persen dibandingkan kondisi normal yang berada pada kisaran 23.241 kendaraan per hari.
Sementara itu, lonjakan lebih tinggi terjadi pada arus kendaraan dari arah Cikampek menuju Jakarta. Tercatat sebanyak 50.952 kendaraan melintas pada periode tersebut atau meningkat 53,04 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang mencapai 33.293 kendaraan.
Menurut Hendri, tingginya pergerakan kendaraan selama libur panjang menjadi indikator masih tingginya aktivitas perjalanan masyarakat yang memanfaatkan momentum Hari Raya Waisak.
Seiring peningkatan volume lalu lintas di Tol MBZ, pihak pengelola mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Hendri meminta pengemudi memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara. Selain itu, kendaraan juga harus dipastikan layak jalan serta memiliki kecukupan bahan bakar maupun daya listrik bagi kendaraan berbasis listrik.
Pengguna jalan juga diimbau untuk mematuhi seluruh rambu lalu lintas, menjaga kecepatan berkendara sesuai ketentuan, serta mengikuti arahan petugas apabila terdapat rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama periode kepadatan kendaraan.
"Bagi pengguna jalan kami juga mengimbau agar selalu mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan, termasuk apabila sedang ada pemberlakuan rekayasa lalu lintas," ujar Hendri.
Untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas di ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group, pengguna jalan dapat mengakses layanan pusat informasi Jasa Marga yang beroperasi selama 24 jam melalui nomor 133 maupun aplikasi TRAVOY yang tersedia pada perangkat iOS dan Android. Informasi tersebut dapat membantu pengguna jalan memantau situasi lalu lintas sekaligus merencanakan perjalanan dengan lebih efektif selama masa libur panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Basarnas menyatakan 46 penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar selamat. Sebanyak 23 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Ekonom menilai pengembangan biofuel generasi kedua pasca-B50 menghadapi tantangan pembiayaan, bahan baku, teknologi, dan kepastian kebijakan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 17 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut PIP telah menyalurkan pembiayaan Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku UMKM hingga Juni 2026.