Kapolri Sebut Satu Orang Tewas Akibat Demo di DPR RI, Bukan Mahasiswa atau Pelajar

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pelajar STM di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019) hanya berlangsung beberapa menit. Mereka lantas dijemur polisi. - Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari
26 September 2019 17:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2019) kemarin menimbulkan korban jiwa. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut satu orang meninggal dunia pasca demonstrasi pelajar SMA, SMK, dan STM yang berujung dengan kerusuhan tersebut. Tito menyebut satu orang tersebut bukan pelajar, malainkan perusuh.

Meski demikian Tito belum menyebutkan identitas korban meninggal dunia. Tito mengatakan korban meninggal saat dibawa ke Rumah Sakit Polri dari kawasan Slipi.

"Info ada yang pingsan dibawa ke RS Polri, lalu yang bersangkutan meninggal dunia. Bukan pelajar, bukan mahasiswa, tapi kelompok perusuh," kata Tito di Gedung Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).

Mantan Kapolda Papua itu menyebut perusuh itu meninggal dunia akibat kekurangan oksigen, bukan karena tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian.

"Tidak ada satu pun luka tembak maupun bekas penganiayaan. Karena saya sudah perintahkan tidak gunkan senjara, peluru karet pun tidak. Kemungkinan kekurangan oksigen. Nanti kita koordinasikan dengan korban kita lakukan autopsi," ujarnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa yang melibatkan anak STM kemarin pecah menjadi kerusuhan di beberapa titik sekitar Gedung DPR mulai dari Palmerah, Slipi, hingga Petamburan.

Massa pelajar itu tergabung dalam seruan STM Melawan.

Sumber : Suara.com