Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Abdul Aziz yang disertasinya soal seks di luar nikah memicu kontroversi./Suara.com-Putu Palupi
Harianjogja.com, JOGJA- Dirundung gegara karya ilmiah soal seks di luar nikah, mahasiswa program dotoral UIN Sunan Kalijaga Jogja mengurungkan niatnya melapor ke polisi.
Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Abdul Aziz yang disertasinya sempat viral dan menjadi kontroversi batal melaporkan pelaku perundungan di media sosial terhadap keluarganya.
Aziz memilih diam. Padahal sebelumnya, keluarga Aziz mendapatkan persekusi dan meme dari sejumlah pihak di medsos Facebook.
Bahkan, anak sulung Aziz juga mendapatkan perundungan di kampus tempat dia belajar.
"Saya berharap (persekusi) segera berkurang tanpa harus lapor (polisi)," ujar Aziz saat dihubungi, Senin (9/9//2019).
Menurut Aziz, pihaknya akan melakukan konsultasi kepada promotor dan penguji disertasinya di UIN Sunan Kalijaga dalam waktu dekat. Apalagi Rektor juga sudah memberikan sinyal untuk membantunya mengatasi kontroversi tersebut.
Aziz mengaku akan mengikuti kritik dari promotor dan penguji disertasinya. Hal itu mengacu pada prosedur akademis.
Namun dosen fakultas syariah itu berharap promotor tetap memberikan kebebasan padanya untuk merevisi sepanjang sesuai dengan ketentuan metodologi yang sudah ada di dalam buku panduan penulisan disertasi. Sehingga revisi tidak dilakukan secara total.
"Sehingga kebebasan akademik tidak dilanggar karena bisa (jadi) preseden buruk," imbuhnya.
Abdul Aziz sebelumnya membuat disertasi berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual non-Marital" yang menyimpulkan keabasan hubungan seksual nonmarital atau seks pranikah saat sidang disertasinya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Disertasi karya ilmiahnya tersebut sempat menjadi kontroversi dan viral di masyarakat, lantaran judulnya tersebut karena dianggap bertentangan dengan syariat Islam yang diyakini selama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.
Ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menyebabkan lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan mengalami kerusakan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Lebih dari 2.000 pelajar dari 40 sekolah mengikuti Karnaval Pelajar Mantrijeron untuk memeriahkan HUT ke-270 Kota Jogja.