Advertisement
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Selatan DIY-Jateng sampai Jumat Pagi
Ilustrasi kenaikan gelombang di Pantai Baron, Gunungkidul, DIY. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
Advertisement
Harianjogja.com, CILACAP - Pengamat cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap, Rendi Krisnawan, menyampaikan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jawa Tengah maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY berpeluang mencapai kisaran 4-6 meter.
"Saat ini di perairan utara Filipina terdapat tropical storm Lingling yang mencapai 985 hPa. Sementara pola angin di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot," katanya di Cilacap, Jateng, Rabu (4/9/2019).
Advertisement
Menurut dia, kondisi tersebut berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jateng-DY maupun Samudra Hindia selatan Jateng DIY.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya pada hari Rabu mengeluarkan peringatan gelombang tinggi yang berlaku hingga hari Kamis (5/9/2019), pukul 07.00 WIB.
BACA JUGA
"Kami akan terus pantau perkembangan kondisi gelombang di perairan selatan Jateng-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY. Kami akan segera informasikan kepada semua pihak jika ada perkembangan lebih lanjut," katanya.
Terkait dengan hal itu, Rendi mengimbau nelayan dan semua pihak yang melakukan aktivitas di laut untuk tetap memperhatikan informasi prakiraan tinggi gelombang yang dikeluarkan BMKG sebelum berangkat melaut, khususnya yang berkaitan dengan risiko angin kencang dan gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran.
Dia mengatakan nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil agar mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter.
"Jika memungkinkan, nelayan diimbau untuk tidak melaut terlebih dahulu karena tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil," katanya.
Selain itu, kata dia, operator tongkang diimbau agar mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Ia mengatakan kapal feri juga diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sedangkan kapal ukuran besar, seperti kapal kargo atau pesiar, diimbau waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.
"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi dimohon untuk tetap selalu waspada. Apalagi pada hari ini [Rabu] ada pasang maksimum yang diprakirakan mencapai 1,8 meter pada pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB dan dini hari nanti, pukul 00.00 WIB, yang diprakirakan mencapai dua meter," katanya.
Dalam hal ini, kata dia, ketika berlangsung pasang maksimum, tinggi gelombang yang terjadi di wilayah perairan khususnya daerah pantai berpotensi lebih tinggi dari kondisi saat surut sehingga warga pesisir yang daerahnya rawan rob diimbau untuk lebih waspada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Tekan Stunting di Bantul, Edukasi Remaja Jadi Fokus Utama
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Timbulan Sampah Sleman Capai 648 Ton
- Insentif Guru Swasta Terancam, DPRD DIY Siapkan Skema
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Dari Malioboro, Beny Bangun Usaha Kain Perca di Kulonprogo
- Libur Nataru 2025/2026, Wisata Sleman Putar Rp362 Miliar
- Jadwal KRL Solo Jogja, Jumat 9 Januari 2026
- PSG Juara Piala Super Prancis 2025 Usai Kalahkan Marseille
Advertisement
Advertisement



