Advertisement
Pria Disiram Air Keras di Cengkareng, Polisi Lidik Video Viral
Ilustrasi. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, TANGERANG-Seorang pria menjadi korban penyiraman diduga air keras oleh dua orang tak dikenal di Jalan Dharma Wanita V RW 01 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu sore (26 April 2026) sekitar pukul 17.31 WIB. Video insiden brutal itu viral di Instagram @warga.jakbar memperlihatkan kronologi kejadian dari kejar-kejaran hingga eksekusi cairan korosif.
Dalam rekaman, korban mengenakan kaos merah belang dan celana pendek hitam mengendarai motor listrik biru. Ia dikejar dua terduga pelaku naik Honda Scoopy dengan pengemudi kaos putih dan penyiram memakai hoodie hitam. Motor pelaku akhirnya sejajar dengan korban diikuti cekcok mulut sebelum pria hoodie tiba-tiba siram cairan dari botol ke arah korban.
Advertisement
Kedua pelaku langsung kabur setelah aksi kejam tersebut sementara korban hentikan motornya. Warga segera larikan korban ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis darurat akibat luka bakar kimia yang dideritanya. Keterangan video menyebut kondisi korban langsung kritis usai diserang di siang bolong.
Polsek Cengkareng melalui Kanit Reskrim AKP Parman Gultom masih lidik kejadian di TKP sambil kumpulkan baket saksi mata. "Lagi lidik. Masih di TKP, kita lagi mengumpulkan baket (bahan keterangan)," ungkap Parman via pesan singkat, Minggu (26/4//2026) malam. Pihak kepolisian buru identitas pelaku dari CCTV sekitar dan saksi yang sempat rekam aksi keji tersebut.
BACA JUGA
Insiden penyiraman air keras di Cengkareng menambah daftar kasus serupa yang mengkhawatirkan di Jakarta Barat. Polisi dalami motif apakah dendam pribadi, konflik tetangga, atau kriminalitas biasa. Masyarakat diminta waspada terhadap aksi premanisme dengan cairan berbahaya yang berpotensi cacat permanen bagi korban.
Air keras, yang merupakan larutan asam kuat pekat seperti asam sulfat (H_{2}SO_{4}) atau asam klorida (HCl), menyimpan daya rusak yang sangat fatal bagi jaringan tubuh manusia karena sifatnya yang sangat korosif.
Begitu bersentuhan dengan kulit, cairan ini akan memicu reaksi dehidrasi hebat yang menghancurkan protein dan lemak, menyebabkan luka bakar kimiawi yang dalam, nyeri luar biasa, hingga kerusakan permanen pada jaringan saraf.
Bahaya paling mengerikan terjadi jika cairan ini mengenai area wajah dan mata, yang secara instan dapat menyebabkan kebutaan permanen akibat kerusakan kornea serta meninggalkan cacat fisik yang sulit dipulihkan meski melalui serangkaian operasi rekonstruksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Talud Sungai Jogja Rapuh, Rp4 Miliar Disiapkan untuk 5 Titik Prioritas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Mobil Listrik 500 Km+ di Indonesia, Termurah Rp380 Juta
- Perlintasan KA di Jogja Rawan, Aulia Reza Dorong Keselamatan Kolektif
- Mengenang Sejarah hingga Proteksi Karya, Makna di Balik 26 April
- Start dari Posisi 17, Veda Ega Pratama, Jadwal Lengkap dan Waktu Balap
- Eks Pekerja Sritex Desak Pemerintah Ambil Alih Pabrik Jadi BUMN
- Update Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Cek Jamnya
- 25 Ribu Jamaah Haji RI Sudah Tiba di Madinah
Advertisement
Advertisement








