Advertisement
Menlu Turki Sebut Israel Jadi Ancaman Global, Ini Alasannya
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers usai Pertemuan "22" Menlu-Menhan RI-Turki di Ankara, Turki, Jumat (9/1/2026). ANTARA/Nabil Ihsan - am
Advertisement
Harianjogja.com, JENEWA — Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan melontarkan peringatan keras terkait dinamika geopolitik global yang kian memanas. Dalam pernyataannya, ia menilai Israel kini tidak lagi sekadar menjadi aktor dalam konflik kawasan, melainkan telah berkembang menjadi faktor yang berpotensi mengganggu stabilitas dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Fidan saat kunjungan resmi ke Inggris, tepatnya dalam forum akademik di University of Oxford. Ia menyoroti eskalasi konflik yang melibatkan Iran, yang menurutnya dipicu oleh serangkaian serangan yang memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Advertisement
Menurut Fidan, dampak konflik tersebut tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di kawasan, tetapi juga telah merembet pada stabilitas ekonomi dan keamanan global. Ia menilai batas antara konflik regional dan krisis global kini semakin kabur.
“Ketidakpastian yang muncul dari konflik ini telah memukul stabilitas dunia. Situasi ini tidak bisa lagi dilihat sebagai persoalan lokal semata,” ujarnya.
BACA JUGA
Seruan Respons Internasional
Dalam pandangannya, kondisi tersebut menuntut respons bersama dari komunitas internasional. Fidan menegaskan bahwa pendekatan parsial tidak lagi memadai untuk merespons kompleksitas konflik modern.
Ia juga menekankan pentingnya peran negara-negara dengan kekuatan menengah—yakni negara yang memiliki posisi strategis secara geografis serta kapasitas diplomasi yang kuat. Negara-negara ini dinilai mampu menjadi penyeimbang dalam meredam ketegangan global.
Konflik Lama Jadi Bom Waktu
Lebih jauh, Fidan mengingatkan bahwa berbagai konflik yang belum terselesaikan di dunia berpotensi menjadi sumber ketidakstabilan jangka panjang. Ia menyebut situasi tersebut sebagai “bom waktu” yang sewaktu-waktu dapat memicu krisis lebih besar.
Karena itu, ia mendorong adanya solusi berkelanjutan, bukan sekadar langkah reaktif jangka pendek. Upaya penyelesaian konflik, menurutnya, harus menyasar akar persoalan agar tidak terus berulang.
Dorongan Reformasi Tatanan Global
Dalam kesempatan yang sama, Fidan juga mengangkat pentingnya reformasi sistem global. Ia menilai struktur tatanan dunia saat ini sudah tidak lagi relevan untuk menghadapi tantangan geopolitik yang terus berkembang.
Ia mengusulkan pendekatan baru di kawasan Timur Tengah yang berlandaskan kerja sama, bukan dominasi kekuatan tertentu. Model hubungan yang lebih setara dinilai dapat menciptakan stabilitas jangka panjang.
“Era lama sudah berakhir. Pertanyaannya sekarang bukan apakah sistem itu masih relevan, tetapi siapa yang akan membentuk tatanan baru,” tegasnya.
Meski demikian, Fidan tetap optimistis bahwa masa depan global yang damai dan sejahtera masih bisa diwujudkan, asalkan ada kemauan politik dan kolaborasi nyata dari berbagai pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
AHY Dorong Tol Jogja-Solo Segmen Ini Segera Rampung, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Zulhas: Sekolah Bisa Tolak Makanan MBG Tak Sesuai Standar
- Isu Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
- Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan Israel
- Dugaan Kekerasan Daycare Jogja, Perlakukan Bayi Tak Manusiawi
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- Jangan Sepelekan Ruam Popok, Ini Dampaknya pada Bayi
- OJK: Rekening Pelajar Tembus 59 Juta, Dana Capai Rp30,31 Triliun
Advertisement
Advertisement







