Viral, Murid SD Pelapor Celah Keamanan NASA Raih Beasiswa AI Penuh
Murid SD Ibrahim Al Abrar yang viral usai melaporkan celah keamanan portal NASA mendapat beasiswa penuh dari PLAI BMD hingga kuliah.
Selat Hormuz Iran. - ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Kapal tanker pengangkut minyak mentah dari Amerika Serikat sandar di Jepang pada Ahad, menandai pengiriman perdana sejak agresi militer AS-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari 2026. Kapal ini berlabuh di Teluk Tokyo membawa 145.000 kiloliter minyak, setara setengah hari konsumsi domestik negeri Sakura.
Menurut Cosmo Energy Holdings Co., pengiriman ini krusial di tengah gangguan pasokan global akibat penutupan efektif Selat Hormuz, jalur utama energi dunia. Jepang yang bergantung lebih dari 90 persen impor minyak dari Timur Tengah kini terdampak serius oleh konflik tersebut.
Kapal berangkat dari Texas pada 22 Maret, memilih rute Terusan Panama yang hanya dapat dilalui tanker berukuran lebih kecil. Pemerintah Jepang bersama perusahaan minyak berupaya diversifikasi rute alternatif untuk hindari Selat Hormuz yang lumpuh.
Upaya pengamanan pasokan diperluas ke sumber baru seperti Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Asia Tengah. Langkah ini menjadi bagian strategi jangka pendek guna stabilkan harga energi domestik di tengah ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim paling strategis dan vital di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Laut Arab. Sebagai jalur utama bagi distribusi minyak mentah global, selat ini menjadi urat nadi energi dunia karena dilewati oleh puluhan kapal tanker setiap harinya yang mengangkut sekitar seperlima dari total konsumsi minyak bumi global.
Secara geografis, selat yang diapit oleh Iran di sisi utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di sisi selatan ini memiliki lebar penyempitan hanya sekitar 33 kilometer, namun peran geopolitiknya sangat besar karena setiap gangguan pada arus lalu lintas di wilayah ini dapat memicu fluktuasi harga energi secara instan di pasar internasional.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah menempatkan Selat Hormuz sebagai "senjata" geopolitik yang sangat kuat, di mana Iran berulang kali mengancam akan menutup jalur tersebut sebagai respons atas tekanan ekonomi dan sanksi militer dari Barat.
Posisi geografis Iran yang menguasai garis pantai utara selat ini memungkinkan mereka untuk memantau dan menginterogasi setiap kapal yang melintas, menciptakan situasi gesekan yang sering kali berujung pada penyitaan kapal tanker atau insiden keamanan lainnya.
Bagi Amerika Serikat, menjaga selat ini tetap terbuka adalah prioritas keamanan nasional yang absolut guna memastikan stabilitas pasokan energi global dan melindungi kepentingan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Murid SD Ibrahim Al Abrar yang viral usai melaporkan celah keamanan portal NASA mendapat beasiswa penuh dari PLAI BMD hingga kuliah.
CEO Grammy Harvey Mason Jr. tanggapi keputusan BTS mundur dari Grammy 2027. Ia sedih tapi hormati, dan klarifikasi tujuan kategori Best Asian Pop.
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus OTT Pemalang, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan seorang staf administrasi KPK. Penyidikan dilakukan dalam
Concacaf bergabung dengan UEFA mengkritik proposal FIFA Forward Enterprise. Transparansi dan proses konsultasi menjadi sorotan utama terhadap rencana bisnis bar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan satu grup penggilingan beras meraup keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan. Kementan menyebut potensi k
Dubai meluncurkan program "A Dubai Invite" yang menawarkan hadiah hingga 3.000 dirham bagi warga yang mengajak wisatawan asing berkunjung.