Maling Rakus, Kuras Alat Listrik Hingga Daster dan Celana Dalam

Pemilik toko alat listrik Dede Terang, Agus Rahmatno, menjaga tokonya di Troso, Karanganom, Klaten, Selasa (3/9/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
04 September 2019 09:17 WIB Ponco Suseno News Share :

Solopos.com, KLATEN -- Maling yang membobol toko alat listrik milik Agus Rahmatno di RT 004/RW 001, Troso, Karanganom, Klaten, Selasa (3/9/2019) dini hari, tidak hanya mencuri peralatan listrik tapi juga sejumlah pakaian laundry.

Toko bernama Dede Terang memang tak hanya melayani penjualan alat listrik tapi juga pulsa telepon seluler serta melayani jasa laundry. Pemilik toko, Agus Rahmatno, pakaian yang diambil pencuri meliputi daster, celana jeans, baju, celana dalam, dan lainnya. Pakaian yang diambil pencuri kurang lebih beratnya tujuh kilogram.

“Pencuri yang masuk ke toko memang rakus. Kalau alat listrik saya sudah tak ambil pusing. Tapi, yang bikin pusing pakaiannya itu. Soalnya bukan milik saya. Saat ada pelanggan yang ingin mengambil pakaian, saya akan jelaskan bahwa pakaiannya diambil pencuri. Jika disuruh mengganti, tetap saya ganti,” kata Agus kepada wartawan, Selasa.

Agus Rahmatno mengaku sudah melaporkan aksi pencurian di toko alat listriknya ke Polsek Karanganom. Agus berharap polisi dapat membekuk para pelaku.

Ke depan, Agus juga berniat memasang kamera closed circuit television (CCTV) di tokonya. Agus bercerita dua bulan lalu ada juga aksi percobaan pencurian di tempat itu.

Waktu itu ada tiga orang dengan menumpang mobil. Para pencuri itu hendak masuk melalui jendela di bagian belakang toko. Tapi tak bisa masuk. Warga sekitar sempat melihat aksi percobaan pencurian itu.

"Saya pribadi menduga, pencurinya tiga orang [menumpang mobil]. Sekitar empat bulan lalu, di warung makan Mbak Yuli [sebelah timur toko alat listrik Dede Terang] juga dibobol maling. Di warung makan itu, para pencuri mengambil jaket kulit, rokok, dan uang infak,” katanya.

Kapolsek Karanganom, Iptu Tri Harni, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan kasus tersebut dalam penyelidikan polisi. “Kami imbau warga yang memiliki toko [menyimpan barang-barang berharga] lebih baik tidur di toko saja. Jangan sampai kosong saat malam hari [tidak tidur di toko]. Di samping itu, pasang kamera CCTV,” katanya.

Sumber : JIBI/Solopos