Advertisement
Iran Tahan Dua Kapal di Selat Hormuz, Dunia Waspada
Ilustrasi pencegatan kapal.ist - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menahan dua kapal kargo komersial di perairan strategis Selat Hormuz.
Dua kapal yang ditahan tersebut masing-masing bernama MSC Francesca dan Epaminondas, yang diketahui beroperasi di bawah perusahaan pelayaran global Mediterranean Shipping Company (MSC). Penahanan dilakukan dengan alasan pelanggaran aturan pelayaran serta dugaan keterkaitan dengan Israel.
Advertisement
Tuduhan Pelanggaran dan Ancaman Navigasi
Mengutip laporan kantor berita Mehr, otoritas Iran menilai kedua kapal tersebut melanggar ketentuan maritim dengan mengganggu sistem navigasi dan berpotensi membahayakan lalu lintas kapal lain di jalur vital tersebut.
BACA JUGA
Kedua kapal disebut mencoba melintas tanpa terdeteksi sebelum akhirnya dicegat dan dikawal menuju perairan teritorial Iran.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, terutama untuk distribusi energi global. Situasi keamanan di kawasan ini berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan minyak dan gas, khususnya bagi negara-negara di Asia.
Dampak Konflik terhadap Jalur Energi Global
Ketegangan meningkat sejak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pecah pada akhir Februari lalu. Sejak saat itu, Teheran memperketat pengawasan di Selat Hormuz, sementara Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap rantai pasok energi global, dengan gangguan distribusi yang mulai terasa di berbagai kawasan.
Data dari International Maritime Organization (IMO) mencatat setidaknya 29 serangan terhadap kapal sipil di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak konflik memanas.
“Sebanyak 29 insiden telah diverifikasi sejak awal konflik,” demikian pernyataan resmi IMO.
Ancaman Kemanusiaan bagi Pelaut
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengingatkan bahwa ribuan pelaut kini berada dalam kondisi rentan. Keterbatasan pasokan logistik seperti air bersih, makanan, dan bahan bakar menjadi ancaman serius jika situasi terus berlarut.
IMO juga tengah menyiapkan skema evakuasi bagi awak kapal yang terjebak di kawasan konflik, termasuk pemetaan kapal terdampak dan prioritas berdasarkan kebutuhan kemanusiaan.
Diperkirakan sekitar 20.000 pelaut di lebih dari 1.600 kapal masih tertahan di wilayah Teluk.
Gencatan Senjata Tanpa Kepastian
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran pada awal April. Namun, perundingan lanjutan yang digelar belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Meski belum ada laporan bentrokan lanjutan, kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran masih diberlakukan, sehingga ketegangan di kawasan tetap tinggi.
Situasi ini menambah ketidakpastian global, terutama di sektor energi dan perdagangan internasional yang sangat bergantung pada stabilitas jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Daycare Jogja, 53 Anak Alami Kekerasan, Begini Sikap Pemda DIY
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dugaan Kekerasan Daycare Jogja, Perlakukan Bayi Tak Manusiawi
- Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan Israel
- Berikut Aturan Baru PRT: Rekrutmen hingga Upah Lebih Jelas
- Jadwal KRL Jogja Solo 25 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- OJK: Rekening Pelajar Tembus 59 Juta, Dana Capai Rp30,31 Triliun
- Mensos Ancam Pecat Pendamping PKH Nakal Usai Kasus Cirebon
- AHY Minta Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement







