Advertisement
Sudah 68 Orang Ditetapkan Tersangka Aksi Anarkis di Papua dan Papua Barat
Aparat keamanan dalam menjaga keamanan ini hanya menggunakan tameng guna mengamankan obyek-obyek vital di sepanjang jalan Kota Abepura-Jayapura, yang akan dilewati para demonstran, Kamis 29 Agustus 2019. - Antara/Reno Esnir.
Advertisement
Unjuk rasa di sejumlah daerah di Provinsi Papua berakhir ricuh kemarin, Kamis, 29 Agustus 2019. Kisruh Papua tersebut menimbulkan kerusakan material di Sentani, Abepura, Kotaraja, hingga Jayapura.
Demonstrasi memprotes tindakan rasialisme sejumlah anggota ormas dan aparat di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019.
Advertisement
Sehari sebelumnya di Malang, Jawa Timur, sekelompok mahasiswa Papua dilarang demonstrasi dengan alasan administrasi.
Kejadian di Surabaya dan Malang memicu kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Provinsi Papua Barat, pada 19 Agustus 2019. Setelah reda kini disusul lagi kisruh Papua.
BACA JUGA
Berikut ini sejumlah fakta dalam kisruh Papua:
1. Massa membakar beberapa gedung dan pertokoan
Sejumlah gedung perkantoran dan bisnis sepanjang Abepura, Entrop, dan Jayapura termasuk Kantor Telkomsel dan Pos Jayapura dibakar. Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan pusat perbelanjaan juga jadi sasaran.
2. Anarkistis
Warga Jayapura, Yusup Rifai, mengatakan demonstrasi sudah kedua kali di kotanya. Pertama, terjadi pada 19 Agustus 2019.
Menurut Rifai, berbeda dengan sebelumnya yang relatif terkendali, demonstrasi kemarin cenderung anarkistis. Mereka sebagian besar berjalan kaki sambil melempari bangunan di sepanjang jalan yang dilewati.
"Beberapa bangunan gedung infonya dibakar. Demikian juga motor, mobil, ruko di sepanjang jalan daerah Entrop dibakar," katanya kemarin, Kamis, 29 Agustus 2019.
3. Korban tewas dan luka akibat bentrokam
Berdasarkan data dari Kepolisian, akibat kisruh Papua ini seorang penduduk terkena tembakan di kaki dan meninggal di Rumah Sakit Enarotali.
Satu orang lainnya meninggal setelah terkena panah perutnya di halaman Kantor Bupati Deiyai. Seorang anggota TNI juga tewas akibat terkena panah.
Adapun luka-luka dialami seorang personel TNI, seorang anggota Brimob Polri, serta tiga personel Samapta Polres Paniai. Mereka terluka akibat serangan panah. Para korban lantas dilarikan ke rumah sakit.
4. Tuntutan referendum kemerdekaan Papua
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menceritakan bentrok aparat dengan massa terjadi akibat desakan sekitar 150 pengunjuk rasa agar Bupati Deiyai bersedia meneken tuntutan referendum Papua lepas dari Indonesia.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Rawan Kecelakaan, Jembatan di Sendangrejo Akan Diperlebar
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- 80 Tahun Jogja Ibu Kota RI, Eko Suwanto Ajak Warga Cinta Tanah Air
- Prabowo Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun di Hambalang
- Pemkab Kulonprogo Lantik 25 Kepsek Baru
- Parlinka Project Amikom Edukasi Pola Asuh Positif Orang Tua Remaja
- Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian
- Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
- ADD Gunungkidul 2026 Tetap Rp123 Miliar Meski TKD Dipangkas
Advertisement
Advertisement



