Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Invalid, Antrean Haji 14 Tahun
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Ilustrasi car free day./Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA--Ratusan warga Papua yang tinggal di Jakarta menggelar acara musik dan tarian Yospan Papua di sela-sela kegiatan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (1/9/2019). Acara itu digelar dalam rangka menjalin persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Ketua Panitia kegiatan Yospan Papua, Frans Ansonay, mengatakan, acara yang dikemas dengan acara musik dan tarian Papua untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa warga Papua memiliki budaya yang energik sesuai dengan alam dan kondisi tanah di Papua.
"Musik ini mempunyai nilai filosofis yang kuat kerukunan secara bersama. Tidak ada Yospan [tarian Papua] dilakukan satu orang, tapi bisa 10 orang atau lebih sehingga di situ menunjukkan ada kerukunan, ada persatuan, ada kesatuan, ada kekompakan dan ada rasa memiliki," kata Frans.
Disisi yang lain dalam suasana CFD ini untuk membangkitkan semangat generasi Papua yang mungkin saja belum pernah pulang ke Papua merasa bangga sebagai orang Papua.
Dengan adanya kegiatan itu, Frans berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa hidup berdampingan dan dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat luas kalau selama ini kami bisa hidup berdampingan. Maka dalam suasana car free day biar lah kita bersama-sama menikmati musik khas Papua dan boleh terlibat di dalamnya sebagai sebuah bentuk persatuan secara bersama-sama," katanya.
Frans menambahkan kegiatan yang dihadiri oleh 500 orang Papua ini tidak ada kaitannya dengan kerusuhan yang terjadi di Papua, namun diharapkan masyarakat Papua lebih mengenal budayanya dan bisa menjalin kerukunan dengan suku bangsa lainnya.
"Kegiatan ini tidak terkait dengan kerusuhan yang terjadi di Papua. Kami tidak ada nuansa politis dan lainnya. Ini hanya membangkitkan semangat generasi Papua yang turun menurun ke bawah rambutnya sudah lurus, sudah putih kulitnya bangga dengan budaya Papua. Tidak ada lagi warga Papua yang berkata \'gua\', \'elu\'. Kalau ini terus dibiarkan akan terjadi krisis identitas," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.