Buntut Rusuh Jayapura, Pengamanan Objek Vital di Papua Diperketat

Api membakar sebuah bangunan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019). - Antara/Indrayadi TH
01 September 2019 02:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MANOKWARI - Buntut kerusuhan di Jayapura, Papua, terkait isu rasial, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat memperketat pengamanan sejumlah objek vital di wilayah ini.

Kepala Biro Operasional Polda Papua Barat, Kombes Pol Muhammad Sagi di Manokwari, Sabtu (31/8/2019) mengnungkapkan, peran anggota di seluruh satuan dioptimalkan untuk menjamin stabilitas keamanan di seluruh wilayah.

Personel pengamanan untuk objek-objek vital nasional pun diperbanyak termasuk di gedung pemerintahan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Personel Polda dan Polres semua kita maksimalkan. Kita pun didukung penuh TNI untuk menjamin keamanan Papua Barat," ujarnya, seperti dilansir dari laman Antaranews.

Dia menjelaskan, Polda Papua Barat memperoleh tambahan sebanyak 1.256 personel Brigade Mobile (Brimob) dari beberapa Polda di wilayah timur untuk mempercepat pemulihan situasi baik di Manokwari, Sorong, Fakfak maupun daerah lain yang sempat terjadi aksi.

"Kita didukung personel pengamanan dari Polda Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Maluku juga Polda Bali. Begitu pula TNI, ada bantuan prajurit Kostrad (Komando Strategis Angkatan Darat) dari beberapa daerah yang diperbantukan di sini," tuturnya.

Sesuai perintah Kapolri, sambung Sagi, personel bawah kendali operasi atau BKO itu akan berada di Papua Barat hingga daerah itu benar-benar aman. BKO Brimob yang diperbantukan di Papua Barat ditempatkan di sejumlah daerah. Manokwari memperoleh sebanyak 470 personel dan Sorong 589 personel.

"Sekali lagi kehadiran mereka untuk memastikan seluruh daerah di Papua Barat aman. Negara punya kewajiban untuk menjaga setiap daerah aman. Itu yang tujuan atas pergeseran pasukan dari daerah lain ke Papua Barat," ucapnya.

Meski begitu diakuinya bahwa kekuatan Polda Papua Barat masih kurang memadai atau hanya sekitar 40 persen anggota saja, sehingga dalam situasi seperti saat ini jelas membutuhkan dukungan dari Polda lain.

Sumber : Antara