Banyak Keluhan, Gubernur Papua Minta Pemerintah Buka Blokir Internet

Gubernur Papua Lukas Enembe. - Antara
27 Agustus 2019 01:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah diminta segera menormalkan kembali akses Internet di Papua.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, situasi di daerahnya kekinian mulai aman dan kondusif pascagelombang protes massal terhadap perlakuan rasialis serta persekusi terhadap mahasiswa-mahasiswa mereka di sejumlah daerah lain Indonesia.

"Situasi aman di Papua, kalau ada mahasiswa demo itu biasa tapi secara umum aman," ujar Lukas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8/2019).

ukas mengakui banyak keluhan perihal pembatasan akses Internet di Papua. Kemenkominfo memperlambat jaringan internet sejak protes massal anti-rasialis itu berujung kerusuhan di sejumlah daerah.

Karena itu, Lukas berharap pemerintah kembali membuka akses internet di Papua.

"Banyak, banyak keluhan makanya kita harap semua akses informasi dibuka," ucap dia.

Lukas memahami pemblokiran akses internet bertujuan untuk menjaga keamanan dan kepentingan negara.

"Akses internet itu semua keputusan di Polhukam demi kepentingan negara," ucap dia.

Lukas juga berharap, Presiden Joko Widodo tegas menindak oknum yang terlibat dalam insiden persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, bukan hanya melakukan pemblokiran.

"Harus tegas, memang harus sehingga harga (diri) yang terinjak-injak pulih kembali. Kalau dibiarkan orang Papua semakin tidak percaya," kata dia.

Ditemui secara terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut pembatasan akses internet di Papua bukan hanya karena adanya demo, melainkan banyaknya hoaks yang tersebar di dunia maya.

"Kalau dari sisi dunia nyata memang tidak ada demo lagi. Tapi di dunia maya ada 230.000 URL yang memviralkan hoaks. Saya ada catatannya. Dari 230.000 URL tersebut, hoaks paling banyak tersebar di media sosial Twitter.”

Ketika ditanya kapan Kemenkominfo membuka akses internet kembali di Papua, Rudiantara menjawab diplomatis.

"Saya berharap secepatnya. Siapa sih yang enggak pengin cepat," ucap Rudiantara.

Sumber : Suara.com