Heboh Isu PHK Massal Sopir Tangki Sumut, Begini Penjelasan Pertamina
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Kerusuhan Manokwari Senin (19/8/2019)/Suara.com-Istimewa
Harianjogja.com, PAPUA - Sekitar seribuan warga melakukan aksi jalan kaki dari berbagai kawasan di sekitar Waena, Abepura dan Kotaraja menuju kantor gubernuran Dok 2 Jayapura, Senin (19/8/2019).
Aksi demo yang dilakukan ribuan warga terkait kekecewaan terhadap insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang.
Kapolres Jayapura AKBP Gustav Urbinas kepada Antara, di Jayapura, mengatakan, para pendemo saat ini sedang berjalan kaki menuju Jayapura, sedangkan pendemo dari Dok V dan sekitarnya saat ini sudah berada di taman Imbi.
“Anggota terus mengawal para pendemo dan berharap tidak melakukan aksi anarkis,” harap AKBP Urbinas seraya menambahkan sejauh ini situasi masih kondusif, Senin.
Para pendemo yang berada di kawasan taman Imbi nampak secara bergantian melakukan orasi. Pertokoan yang berada di jalan Irian yang menjadi lokasi berkumpul para pendemo dari kawasan Dok V dan sekitarnya nampak tutup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Orang tua kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial serta potensi gangguan kesehatan mental
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.
Pola pengasuhan anak yang sehat kini menjadi fokus utama dalam rangkaian program literasi yang digalakkan di Pemda DIY.
Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi