Penumpang KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 600 Juta pada 2036
KAI diminta menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mendekati 600 juta pada 2036.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan dengan kategori menengah hingga ekstrem panjang. Kondisi tersebut mulai memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kondisi meteorologis itu mengacu pada prakiraan cuaca BMKG selama periode musim kemarau Juli 2026.
"Beberapa wilayah di Indonesia memiliki hari tanpa hujan dengan tingkat menengah hingga ekstrem panjang di antaranya Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan," kata Abdul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Karhutla Muncul di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan
BNPB mencatat kondisi cuaca yang semakin kering telah memicu sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan, salah satunya di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Lahan kering seluas sekitar dua hektare di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, dilaporkan terbakar pada Selasa (14/7/2026) sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Pada hari yang sama, kebakaran lahan juga terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan luas area terdampak mencapai 14,8 hektare.
Api Meluas di Empat Wilayah Banjarbaru
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat kebakaran di Banjarbaru menghanguskan vegetasi kering di empat lokasi, yakni Kelurahan Cempaka, Landasan Ulin Timur, Guntung Manggis, dan Kelurahan Landasan Ulin Tengah.
Abdul mengatakan proses pemadaman melibatkan BPBD Kota Banjarbaru bersama personel gabungan yang harus mengerahkan berbagai peralatan untuk mengendalikan kobaran api.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah kebakaran dinyatakan padam sepenuhnya pada Rabu (15/7/2026).
Kalsel Tetapkan Status Darurat Karhutla
Sebagai langkah menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran lahan selama musim kemarau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Karhutla selama 121 hari, terhitung sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.
"Segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini sebelum meluas. BNPB juga mengimbau kepada warga untuk dapat menghemat penggunaan air bersih pada musim kemarau ini," kata Abdul.
BNPB berharap langkah antisipasi tersebut dapat menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan sekaligus membantu menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KAI diminta menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mendekati 600 juta pada 2036.
Sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, sepi pembeli. Perajin menghadapi persaingan toko online dan keluhan konsumen soal kualitas produk.
Simak jadwal lengkap BRI Super League pekan kelima pada 16–18 Oktober 2026. Persita vs Persija digelar Sabtu, Persib vs Persik pada Minggu.
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Mentan Amran menyoroti harga telur di peternak Rp21.000-Rp22.000 per kg, sementara di pasar bisa mencapai Rp36.000. Pemerintah menelusuri rantai distribusi.
Cari mobil diesel bekas murah? Simak 9 pilihan MPV, SUV, dan kendaraan niaga beserta estimasi harga dan tips memeriksa kondisi sebelum membeli.