OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengusulkan pemberian insentif dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada kepala daerah yang mampu meningkatkan penerimaan daerah. Menurutnya, skema tersebut dapat mendorong inovasi sekaligus menjadi salah satu upaya meminimalkan potensi praktik korupsi.
Usulan itu disampaikan Tito dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026). Ia menilai penghasilan kepala daerah saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan operasional selama menjalankan tugas.
"Gajinya pun berapa Pak? Gajinya kepala daerah itu Rp6 juta lebih ya. Kemudian ditambah dengan tunjangan-tunjangan yang mungkin jauhlah dari yang sudah dikeluarkan itu. Nah di antaranya lagi ada usulan kepala daerah mereka bisa mendapatkan persentase dari PAD," katanya.
Insentif Dinilai Dorong Kreativitas Kepala Daerah
Tito menjelaskan, pemberian insentif berbasis peningkatan PAD diharapkan mendorong kepala daerah lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan daerah.
Namun, ia mengingatkan upaya meningkatkan PAD tidak boleh dilakukan dengan cara yang membebani masyarakat.
Menurutnya, kebijakan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk kajian bersama kementerian dan lembaga terkait serta DPR sebelum dapat diterapkan.
"Tinggal dibuat aturannya. Tapi ini perlu apa perlu adanya studi dulu ya, perlu adanya pembicaraan antar kementerian lembaga di pemerintahan, bila perlu juga berbicara dengan DPR karena ini keputusan penting," ujarnya.
Biaya Operasional Kepala Daerah Juga Perlu Dikaji
Selain mengusulkan insentif berbasis PAD, Mendagri juga membuka peluang pembahasan mengenai peningkatan biaya operasional kepala daerah yang dinilai masih relatif rendah.
Ia menilai persoalan kesejahteraan kepala daerah tidak bisa dilepaskan dari tingginya biaya politik yang harus dikeluarkan saat mengikuti pemilihan kepala daerah.
Menurut Tito, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang kerap mendorong sebagian kepala daerah mencari tambahan pemasukan melalui cara yang melanggar hukum.
"Semua sudah jadi pembicaraan umum, pengetahuan umum bahwa untuk menjadi kepala daerah itu kan tidak gratis. Mereka harus nyiapkan yang resmi saja nyiapkan tim sukses, menyiapkan apa namanya tuh kampanye. Biayanya tinggi. Ini salah satu, salah satu akar masalah. Dia mengeluarkan biaya sementara take home pay-nya mereka, pendapatan mereka itu mungkin nggak bisa nutupin, akhirnya cari peluang," katanya.
Integritas Tetap Menjadi Faktor Utama
Meski demikian, Tito menegaskan tidak semua kepala daerah melakukan penyimpangan.
Ia berpandangan bahwa integritas pribadi tetap menjadi faktor utama dalam mencegah tindak pidana korupsi, terlepas dari besaran penghasilan maupun berbagai program pembinaan yang telah dijalankan pemerintah, termasuk melalui kegiatan retreat.
Usulan pemberian insentif dari PAD tersebut saat ini masih berada pada tahap wacana dan akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian, lembaga terkait, serta DPR sebelum diputuskan menjadi kebijakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Jaecoo J5 EV mencatat penjualan 3.200 unit pada Juli 2026, naik 4,9% dan menjadi penjualan bulanan tertinggi sepanjang Januari-Juli 2026.
KAI Daop 6 Yogyakarta menangani 1.075 barang tertinggal senilai Rp1,16 miliar sepanjang semester I/2026, naik 69,03% dari tahun sebelumnya.
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Veda Ega Pratama finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026 setelah start dari posisi ke-15 dan meraih tambahan 7 poin.
Van Gastel menyoroti fisik pemain PSIM Yogyakarta usai uji coba lawan UAD FC sebelum menghadapi tim-tim Super League.