Heboh Isu PHK Massal Sopir Tangki Sumut, Begini Penjelasan Pertamina

Newswire
Newswire Kamis, 16 Juli 2026 17:47 WIB
Heboh Isu PHK Massal Sopir Tangki Sumut, Begini Penjelasan Pertamina

Logo Pertamina Patra Niaga - ist

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Pertamina Patra Niaga mempercepat normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara dengan mengoptimalkan operasional terminal, menambah armada mobil tangki, serta mengoperasikan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran BBM kembali berjalan normal.

Sebelumnya sempat viral di medsos terkait PHK besar-besaran awak tangki Pertamina. Kemudian terjadi mogok dan digantikan oleh TNI untuk mendistribusikan BBM. Meski demikian Pertamian membantah kabar tersebut.

Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, mengatakan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatera Utara terus dioptimalkan agar proses pengiriman BBM ke SPBU berlangsung tanpa hambatan.

Terminal dan SPBU Beroperasi Nonstop

Pertamina memastikan Integrated Terminal Medan Group beroperasi selama 24 jam. Selain itu, Fuel Terminal Pematang Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe juga dioperasikan penuh selama 24 jam untuk mendukung percepatan distribusi BBM ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.

Di sisi hilir, sejumlah SPBU di wilayah terdampak, khususnya di Kota Medan, juga melayani masyarakat selama 24 jam agar kebutuhan BBM tetap dapat dipenuhi.

"Saat ini, stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman. Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, Pertamina Patra Niaga telah menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU," ujar Hari.

Tambah Armada dan Perkuat Personel

Selain meningkatkan jam operasional terminal, Pertamina Patra Niaga memperkuat kapasitas distribusi dengan menambah 30 unit mobil tangki melalui skema spot charter.

Perusahaan juga memperkuat jumlah awak mobil tangki (AMT) bersama Elnusa Petrofin sebagai mitra transportasi melalui kerja sama dengan Bekang TNI guna menjaga kelancaran distribusi BBM.

"Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatera Utara bekerja secara maksimal. Operasional terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel awak mobil tangki, hingga pengoperasian SPBU selama 24 jam merupakan langkah percepatan yang kami lakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin," ujarnya.

Pastikan Tak Ada Mogok Kerja

Hari menegaskan proses distribusi terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak. Ia juga memastikan tidak terdapat aksi mogok kerja yang melibatkan awak mobil tangki.

Pertamina Patra Niaga, lanjutnya, tetap berkomitmen menjaga keandalan distribusi BBM dengan menjalankan seluruh proses operasional sesuai standar yang berlaku.

"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Apabila terdapat personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku," tambahnya.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, mitra transportasi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina.

"Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai produk maupun layanan Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135," sebut Hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online