Libur Lebaran, Wisata Klaten Diserbu Ratusan Ribu Pengunjun
Libur Lebaran 2026, wisata Klaten dikunjungi 555 ribu orang, Prambanan hingga umbul jadi favorit wisatawan.
Sungai Bengawan Solo Sabtu (17/8/2019) (Taufik Sidik Prakoso/Solopos)
Harianjogja.com, KLATEN – Diduga karena terseret arus sungai, dua bocah asal Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari ditemukan meninggal dunia di Sungai Bengawan Solo, Sabtu (17/8/2019) sore.
Kedua bocah itu masing-masing bernama Angkasa, 11, dan Luthfi, 9, warga Dukuh Butuh. Bocah itu ditemukan warga tenggelam di sungai wilayah Dukuh Butuh sekitar pukul 15.30 WIB.
Salah satu warga, Agung, mengatakan awalnya orang tua Angkasa curiga anak tersebut tak kunjung pulang. Biasanya, Angkasa pulang dari bermain untuk makan siang serta salat sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga orang tua bocah itu mencarinya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, ditemukan baju anak-anak, celana, sandal, serta uang Rp1.000 di cadas tengah sungai. Selain itu, ada sepeda kayuh di tepi sungai. Namun, tak ada orang di sekitar sungai. Lokasi penemuan berjarak 1 km dari rumah Angkasa.
Orang tua anak itu dibantu warga lantas mencari di alur sungai. Setelah 30 menit mencari, warga menemukan Angkasa dan Luthfi sudah berada di dasar sungai. Jasad kedua bocah itu lantas dibawa pulang ke rumah masing-masing. Keduanya dimakamkan pada Sabtu malam.
“Lokasi penemuannya tidak jauh dari tempat ditemukan baju serta celana anak-anak itu. Salah satu anak itu posisinya di cekungan batu dasar sungai. Penemuannya berlangsung singkat sekitar 30 menit sejak ditemukan baju,” kata Agung saat ditemui wartawan di Desa Sidowarno, Minggu (18/8/2019).
Saat kemarau tiba, kondisi air Sungai Bengawan Solo surut hingga cadas di tengah sungai terlihat. Diantara cadas terdapat aliran air sungai. Agung menjelaskan di permukaan, arus air cukup tenang. Namun, kondisi arus air di bawah permukaan sungai cukup kencang.
Saat kemarau tiba, alur Sungai Bengawan Solo menjadi salah satu tempat bermain anak-anak. “Tempat penemuannya itu di bekas penambangan pasir. Kedalaman air sekitar 1,8 meter,” urai dia.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sidowarno, Aan Abu Na’im, mengatakan bocah meninggal dunia saat bermain di alur Sungai Bengawan Solo yang surut bukan kali pertama terjadi. Sekitar dua tahun lalu, ada bocah asal Sukoharjo yang ditemukan meninggal dunia setelah terpeleset di cadas hingga tenggelam.
“Imbauan kami agar orng tua bisa menjaga anak-anak mereka dan dipantau kemana mereka bermain. Kami mengimbau ada pendampingan orang tua ketika bermain apalagi ke sungai,” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Timnas basket Indonesia mengalahkan Singapura 80-54 di Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Indonesia langsung memimpin Grup C.
BPN DIY memantau kasus dugaan mafia tanah yang menimpa keluarga almarhum Komaridin di Sleman dan telah menyerahkan warkah tanah kepada Polda DIY.
The Jakmania memboikot laga Persija vs Brisbane Roar karena kenaikan harga tiket. Persija mengalihkan tiket jatah suporter ke penjualan umum.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
NNSiDE by Meliá Yogyakarta resmi memulai pembangunan ballroom baru melalui prosesi Groundbreaking Ceremony yang digelar pada Kamis (27/8).