BPBD Tegaskan Tak Ada Krisis Air Bersih di Jateng

Petugas BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Jateng. (Antara/BPBD Cilacap)
13 Agustus 2019 14:37 WIB Alif Nazzala Rizqi News Share :

Harianjogja.com,  SEMARANG — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng Sudaryanto menepis anggapan adanya krisis air di provinsi ini. Menurutnya, penanganan kekeringan berjalan lancar sehingga tidak sempat ada krisis air bersih di provinsi ini.

Klaim itu mengemuka setelah dipastikan BPBD kabupaten/kota di Jateng bergerak cepat menanggulangi masalah kekeringan. Menurut dia,  selama ini penganan kekeringan masih berjalan normal sesuai rencana dan pemetaan yang telah dilakukannya. "Selama ini masih aman-aman saja, belum ada yang mendesak untuk kebutuhan air bersih di Jawa Tengah," tegas Sudaryanto, Senin (12/8/2019).

Dia menambahkan berdasarkan data BPBD Jateng ada 1.319 desa di 27 kabupaten/kota yang terdampak kekeringan . "Jumlah ini berbeda dengan prediksi dari BMKG yang sebelumnya menyebutkan bahwa wilayah yang terdampak nantinya sebanyak 31 kota kabupaten," ujarnya. 

Terlepas dari itu, dia meyakini bahwa distribusi air untuk wilayah yang mengalami kekeringan juga masih berjalan baik. "Sejauh ini baru tiga daerah yang sudah meminta bantuan ke kami," katanya.

Tiga daerah tersebut antara lain Wonogiri, Pati dan Temanggung. Sedangkan daerah lain, ditangani dengan baik dengan solusi masing-masing Pemda.

Sudaryanto enggan mengiyakan saat ditanya soal terjadinya krisis air. Sebab menurutnya jumlah yang terdampak justru menurun. Sayangnya, dia tak mampu menyebut data pasti.

"Kalau kekeringan sekarang masyarakat harus pandai mengatur pemakaian pasokan air. Sekarang yang sedang sering dihadapi itu kebakaran lahan. Terakhir yang di Gunung Sumbing ini, tapi sudah padam," tegasnya.

 

Sumber : Bisnis.com