Advertisement
Hujan Deras, Tenda Jemaah Haji Indonesia Kemasukan Air
Jamaah haji melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (12/7/2019). Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440 Hijriah. - ANTARA FOTO/Hanni Sofia
Advertisement
Harianjogja.com, ARAB SAUDI - Hujan deras mengguyur wilayah Mina bersamaan dengan puncak ibadah haji di mana jemaah sedang melakukan ritual mabit (bermalam) di kawasan itu. Akibatnya, sejumlah tenda jemaah haji Indonesia kemasukan air.
“Alhamdulillah sore tadi sekitar jam tiga waktu Arab Saudi area Mina diguyur hujan cukup lebat disertai angin kencang. Namun demikian alhamdulillah karena konstruksi tenda di Mina semi permanen, relatif tidak ada masalah,” kata Kepala Satuan Tugas Mina Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Akhmad Djauhari di Mina, Senin (12/8/2019).
Advertisement
Ia mengakui memang ada beberapa tenda kemasukan air, tapi lebih karena kencangnya angin sehingga beberapa lubang di samping sebagai sarana masuknya air.
Namun Akhmad menegaskan secara umum aktivitas dan masa tinggal jamaah di tenda tidak mengalami gangguan.
BACA JUGA
Sementara proses lempar jumrah bagi jamaah Indonesia, kata dia, ada sedikit pengunduran waktu.
“Tapi begitu hujan selesai, jalanan kembali padat. Untuk sekarang ini mulai lancar. Alhamdulillah secara umum hari kedua lontar jumrah cukup baik dibanding hari pertama,” katanya.
Pos Mina sendiri melayani jamaah yang membutuhkan bantuan akibat kelelahan, terpisah dari rombongan, maupun tidak tahu arah kembali ke tendanya.
Awalnya jumlahnya mencapai ratusan orang namun kini jumlah orang yang meminta bantuan dari para petugas haji berkurang cukup signifikan
“Melihat pergerakan jamaah pada 11 Zulhijjah relatif banyak yang melakukan jumrah, sebagian besar mereka yang memiliki kondisi fisik prima. Mungkin ini yang mempengaruhi jumlah jemaah terpisah dari rombongan lebih sedikit,” katanya.
Pihaknya mengimbau jemaah yang berusia lanjut (lansia) dan berisiko tinggi karena memiliki gangguan kesehatan sebaiknya melakukan lontar jumrah pada 11, 12, dan 13 Zulhijah atau bisa diwakilkan agar tidak menimbulkan kelelahan.
Posko Kesehatan di Mina saat ini merawat tidak lebih dari 10 anggota jemaah yang kondisi fisiknya menurun. Ketika memerlukan penanganan lebih lanjut maka pasien akan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi terdekat.
“Selama periode Mina ada 16 anggota jemaah. Melihat data di sistem, jumlahnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- OTT Bupati Cilacap, 13 Orang Digelandang KPK ke Jakarta
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
Advertisement
Pemkot Jogja Siapkan Wisata Sungai, Pengerukan Dimulai Usai Lebaran
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Iran Prediksi Perang Timur Tengah Berakhir Sebelum Nowruz
- Google Maps Hadirkan Ask Maps, Chat AI untuk Cari Lokasi
- Libur Lebaran, Gunungkidul Targetkan PAD Wisata Rp1,7 Miliar
- Parlemen AS Nilai FIFA "Merampok" Suporter dengan Harga Tiket Mahal
- Jelang Lebaran, Produsen Oleh-oleh Kulonprogo Tambah Produksi
- Jersey Tandang Brasil 2026 Terinspirasi Jaguar dan Anaconda
- Di Tengah Tekanan AS, Kuba Bebaskan 51 Tahanan Lewat Mediasi Vatikan
Advertisement
Advertisement







