Rafale Ikut Manuver HUT Ke-81 RI, Punya Kecepatan Mach 1,8
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejak awal Agustus 2019 telah terjadi rentetan aktivitas gempa bumi di Busur Subduksi Sunda. Temuan tersebut berdasarkan monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Aktivitas gempa signifikan ini tersebar dari Segmen Megathrust Mentawai-Siberut hingga Segmen Megathrust Sumba. .
Diawali dengan peristiwa gempa kuat dan merusak di Banten berkekuatan M 6,9 pada 2 Agustus 2019 lalu, hingga hari ini rentetan gempa masih terus mengguncang. Hari ini saja sudah dua kali wilayah selatan Bali dan Banyuwangi diguncang gempa berkekuatan M 4,9.
Sejak awal Agustus 2019 tercatat di Busur Subduksi Sunda sudah lebih dari delapan kali terjadi gempa signifikan yaitu.
1. 2 Agustus 2019 Gempa Selatan Banten M 6,9
2. 3 Agustus 2019 Gempa Sukabumi M 4,4
3. 9 Agustus 2019 Gempa Sumba M 4,3
4. 10 Agustus 2019 Gempa Tasikmalaya dan Pangandaran M 4,0
5. 10 Agustus 2019 Gempa Tasikmalaya dan Pangandaran M 5,1
6. 11 Agustus 2019 Gempa Pariaman M 5,2
7. 11 Agustus 2019 Gempa Selatan Selat Sunda M 5,1.
8. 12 Agustus 2019 Gempa Selatan Bali dan Banyuwangi M 4,9
Rentetan gempa ini sangat menarik dicermati. Seluruh gempa berpusat di Zona Subduksi. Memang ada variasi kedalaman hiposenternya, dalam hal ini ada pusat gempa yang sangat dangkal bersumber di zona subduksi muka (front subductioan) tetapi ada juga yang berada di kedalaman menengah di zona transisi antara zona Megathrust dan Benioff. .
"Fenomena rentetan gempa yang terus terjadi ini memancing perhatian masyarakat dan awak media yang terus menanyakan ke BMKG, fenomena apakah ini, mengapa aktivitas gempa di zona subduksi akhir-akhir ini sangat aktif. Sebagian dari mereka malah lebih kritis dengan menanyakan apakah rentetan gempa ini merupakan aktivitas gempa pendahuluan (foreshocks)?," tulis BMKG dalam akun instagram resminya.
Disebutkan tentu saja sangat sulit untuk menjawab pertanyaan semacam ini. Namun demikian, hasil monitoring BMKG memang menunjukkan adanya klaster yang mencolok terkait adanya peningkatan aktivitas seismik, yaitu: (1) zona selatan Bali dan Banyuwangi, (2) Zona Cilacap dan Pangandaran, dan (3) Selat Sunda. BMKG akan terus memonitor aktivitas seismik yang terjadi khususnya di 3 zona duga aktif tersebut dan hasilnya akan segera diinformasikan kepada masyarakat.
BMKG menyebutkan jika diamati dalam sejarah gempa di dunia, gempa besar memang dapat diamati gempa pendahuluannya. Fakta ini bisa kita lihat dari gempa Aceh 2004, Tohuku 2011, Chilli 2014, Semua gempa besar ini didahului oleh gempa pendahuluan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Sekitar 120 tenaga OP jaringan irigasi DIY masih berstatus honorer. Mereka didorong menjadi PPPK, setidaknya melalui skema paruh waktu
Celine Evangelista menyurvei villa Rp2 miliar di Madinah. Properti tiga lantai itu memiliki dua lift, rooftop, dan ruang keluarga luas.
Calvin Verdonk bermain di dua posisi saat Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ini peran dan komentarnya.
BGN menguji coba MBG prasmanan di dua sekolah DIY dengan 106 siswa. Kepuasan siswa dan guru mencapai 5/5, sisa makanan 3,3 kg.
Veda Ega Pratama punya rekam jejak kuat di Mandalika. Simak modal dan tantangan pembalap Honda Team Asia di Moto3 Indonesia 2026.