Sosok Enzo Zenz Allie, Taruna Akmil Keturunan Prancis yang Pernah Mondok di Pesantren

Enzo Zenz Allie, Taruna Akmil TNI Keturunan Perancis. - Ist/dok TNI AD
07 Agustus 2019 06:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Sosok Enzo Zenz Allie menjadi viral lantaran menjadi bule yang masuk taruna Akademi Militer TNI. Ia keturunan Prancis dan ternyata merupakan santri lulusan pesantren.

Enzo sebelumnya pernah tinggal di Prancis bersama ayah dan ibunya. Namun, saat usianya menginjak 13 tahun, ia kembali ke tanah air seusai sang ayah meninggal.

"Jadi, yang bersangkutan sempat tinggal di Prancis. Saat usia 13 tahun dia balik ke Indonesia. Menurut pengakuannya, dia sempat mondok di pesantren di Banten," ungkap Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Sisriadi, Selasa (6/8/2019).

Dari pengakuan tersebut, lantas pihak TNI menguji Enzo. Sebab, hal tersebut menjadi salah satu bekal bagi prajurit TNI agar tak terpapar radikalisme.

"Ya dari sana lalu kita uji. Sebab menjadi hal penting agar calon prajurit TNI agar tidak terpapar radikalisme," kata dia.

Selain itu, Enzo juga mengakui menguasai sejumlah bahasa asing. Di antaranya, bahasa Prancis, Inggris, Italia, dan Arab.

"Dari pengakuannya, dia juga bisa berbahasa Prancis, Inggris, Italia, dan Arab. Bahkan, Panglima TNI sempat berkomunikasi dengan yang bersangkutan menggunakan bahasa Prancis," imbuh Sisriadi.

Sebelumnya, nama Enzo Zenz Allie viral setelah diwawancarai Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam bahasa Prancis. Enzo Zenz Allie adalah WNI keturunan Prancis.

Enzo merupakan anak dari Jean Paul Francois asal Prancis dan Siti Hajah Tilaria asal Sumetera Utara. Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia menyampaikan itu merupakan hal yang positif dan bagus.

Dia salah satu dari 596 calon taruna Akademi TNI dan 264 calon bhayangkara taruna Akpol yang mengikuti Pembukaan Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol di Akmil Magelang, Selasa (6/8/2019).

"Bapaknya orang Prancis, ibunya orang Sumatera Utara. Kemudian sejak bapaknya meninggal dia dibawa ibunya ke Indonesia dimasukkan pesantren. Ngajinya mungkin saya kalah dengan dia," katanya.

Menyinggung kemampuan yang dimiliki Enzo, Aan Kurnia mengatakan yang jelas Akademi TNI memunyai standar.

"Kalau standarnya tidak memenuhi jelas tidak masuk, jangankan dia, anak pejabat/jenderal saja banyak yang ingin masuk Akpol/Akademi TNI yang tidak memenuhi syarat ya tidak masuk. Tetapi banyak juga anak petani, tukang bengkel, guru, banyak yang dari menengah ke bawah masuk karena memang bagus," katanya.

Sumber : Suara.com