Advertisement
8 Pecandu Narkoba di Magelang Direhabilitasi, Satu Orang Hampir Sembuh
Kepala BNN Kabupaten Magelang, AKBP Catharina dalam kegiatan seminar pencegahan narkoba, di Rumah Makan Rejo Sari, Mungkid (5/8/2019). - Ist/ Dok Humas
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG-- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Magelang sejak berdiri pada bulan April 2018 lalu hingga saat ini telah merehabilitasi sebanyak 8 orang pecandu atau pengguna narkoba.
"Alhamdulilah satu orang sudah mulai mendekati sembuh," kata Kepala BNN Kabupaten Magelang, AKBP Catharina, di sela-sela kegiatan seminar pencegahan narkoba, di Rumah Makan Rejo Sari, Mungkid (5/8/2019).
Advertisement
Adanya pusat rehabilitasi ini diharapkan memacu masyarakat bisa dengan sadar diri untuk meminta direhabilitasi apabila sudah ketergantungan. "Tentunya tidak akan kami tangkap dengan catatan yang bersangkutan bukanlah seorang pengedar," jelas Catharina.
Ia mengatakan Indonesia masih tergolong banyak pengguna narkoba. Hal inilah yang menyebabkan banyak sekali terjadi penyelundupan narkoba dari luar negeri ke Indonesia. Di dalam negeri, ada banyak pesanan dari warganya.
BACA JUGA
"Sedangkan di Kabupaten Magelang, kami masuk ranking 5 se-Jawa Tengah. Ranking satunya Semarang, nomor 2 Solo, nomor 3 Banyumas, dan nomor 4 nya Cilacap," jelasnya.
Adapun jenis narkoba banyak ditemukan beredar di wilayah Kabupaten Magelang didominasi jenis sabu-sabu, ekstasi, ganja, dan tembako gorila (baru trend).
Atas dasar hal tersebut, pihaknya saat ini berupaya sedang menggencarkan sosialisasi mengenai pencegahan narkoba, terutama di lingkungan sekolah dan dinas-dinas.
Pihaknya memang saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi mengenai pencegahan narkoba sesuai InPres No.6 tahun 2018 dan dengan Permendagri No.12 tahun 2018 yang meyebutkan bahwa, upaya ini untuk seluruh elemen masyarakat, baik instansi maupun dinas dalam rangka menanggulangi P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).
"Dalam sosialisasi ini kami akan menyampaikan mengenai pengenalan rehabilitasi, pasca rehabilitasi, dan juga penyampaian mengenai rehabilitasi instansi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Menkop: KPM Anggota Kopdes Merah Putih Dapat Dividen
- Minyak Jelantah Kini Bisa Jadi Rupiah Lewat MyPertamina
- AS Siagakan 150 Jet Tempur, Ketegangan dengan Iran Meningkat
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 25 Februari 2026
- Hasil Liga Champions 2025-2026: Atletico ke 16 Besar
- Hasil Liga Champions: Inter Tersingkir, Dihajar Bodo Glimt 1-2
Advertisement
Advertisement








