Advertisement
Gibran Rakabuming Komentari Sindiran Warganet Soal Listrik Mati
Sejumlah penumpang MRT dievakuasi saat jaringan listrik padam di Jakarta, Minggu (4/8/2019). Gangguan listrik yang melanda Ibu Kota berdampak pada terhentinya operasi MRT Jakarta. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemadaman listrik selama sembilan jam lebih pada Minggu (4/8/2019) meninggalkan banyak komentar warganet di media sosial Twitter.
Salah satu di antaranya, Gibran Rakabuming Raka yang ikut mengomentari sindiran seorang warganet yang awalnya ditujukan kepada celebrity chef Arnold Poernomo.
Advertisement
"Jakarta listrik padam sehari aja blagu, sibuk ngeposting sana sini. Gimana kami yg dipelosok, tiap hari listriknya mati. Kalopun stabil, pas ujan mati, angin kenceng dikit mati. Songong memang rangorang dijakarta ni. Apalagi chef @ArnoldPoernomo dan gengnya," tulis akun @Ungke_Garaya.
Menanggapi komentar tersebut, Gibran yang berdomisili di Solo, Jawa Tengah tiba-tiba menjawab cuitan tersebut.
BACA JUGA
Kenapa? https://t.co/IQcJsr4vSK
— CHILLI PARI CATERING (@Chilli_Pari) August 4, 2019
Awalnya, Arnold Poernomo menyatakan ikut prihatin atas momen listrik mati yang terjadi di Jakarta, dan beberapa daerah di sekitarnya.
"Jakarta mati lampu??? WAH! Business gimana nih. Untung rumah di Surabaya aman...AC masih nyala," tulis Arnold.
Cuitan yang disampaikan seorang warganet tersebut juga ia tanggapi dengan nada datar.
Tapi saya asli Surabaya mas.. https://t.co/MAHuIyLYum
— Arnold Poernomo (@ArnoldPoernomo) August 4, 2019
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Heboh! Bobon Santoso Tawarkan Penjualan Kanal YouTube Rp20 Miliar
- Derbi Mataram di Bantul, Persis Solo Bertekad Keluar dari Zona Bawah
- Bank Jateng Perluas KPR Subsidi MBR di Batang, Gandeng 40 Pengembang
- Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Kulonprogo Perketat Kewaspadaan di YIA
- BPJS Kesehatan Nonaktif Februari 2026, Warga Sleman Tertahan Berobat
- Guru Honorer Kota Jogja Menyusut, Tersisa Sekitar 200 Orang pada 2026
- Kemiskinan Bantul Masih 11,54 Persen, Kalurahan Fokus NonFisik
Advertisement
Advertisement




