Kawasan Pegadungan Jakarta Miliki Kualitas Udara Terburuk

Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. - Antara
03 Agustus 2019 11:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kawasan Pegadungan di Jakarta Barat kembali menjadi wilayah yang memiliki tingkat kualitas udara terburuk di Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (3/8/2019)  pagi dengan kategori sangat tidak sehat menurut US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara di angka 222.

Laman AirVisual.com, Sabtu (3/8/2019) pagi pukul 07.40 WIB mencatat Pejaten Barat, Jakarta Selatan, di urutan kedua dengan kategori tidak sehat pada indeks 190 atau setara dengan parameter pm 2.5 dengan konsentrasi 131 µg/m³.

Selanjutnya, kawasan sekitar Kedutaan Besar Amerika menempati urutan ketiga dengan indeks AQI 185 atau setara dengan parameter pm 2.5 dengan konsentrasi polutan sebanyak 122 µg/m³.

Pada posisi keempat, Rawamangun, Jakarta Timur, kembali menempati posisi daerah dengan kualitas udara buruk dengan indeks 179 setara dengan parameter pm 2.5 konsentrasi polutan sebanyak 109 µg/m³.

Posisi terakhir diisi oleh kawasan Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat, dengan indeks AQI 164 atau setara dengan parameter ppm 2.5 konsentrasi polutan sebanyak 81,3 µg/m³.

Kelima daerah tersebut memiliki kualitas udara dengan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat bagi penduduk DKI Jakarta.

Melalui lamannya, AirVisual.com, penduduk DKI Jakarta disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menghindari menggunakan kendaraan bermotor pribadi.

Secara keseluruhan, tingkat kualitas udara di DKI Jakarta termasuk dalam kategori tidak sehat dengan indeks AQI 184 atau setara dengan 120 µg/m³.

Sumber : Antara