40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Para penyandang disabilitas Magelang mendapatkan sosialisasi dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta dan Pemkab Magelang. /Ist-Dok Humas
Harianjogja.com, MAGELANG-- Upaya pemberdayaan penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Magelang dilakukan salah satunya dengan memberikan pelatihan.
Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta di bawah naungan Kementerian Sosial, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan pelatihan pada 48 penyandang disabilitas.
Kepala BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Heri Krisritanto mengatakan kegiatan ini adalah program rutin yang disebut Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga. Para penyandang disabilitas akan mengikuti pelatihan selama tiga hari.
Jenis pelatihan ditentukan berdasarkan pemetaan, kemudian dilakukan identifikasi, assessment yang diinginkan penyandang disabilitas sesuai dengan potensi. "Meski sangat sangat singkat, kami berharap pelatihan ini bisa menjadi stimulan dan ditindaklanjuti Pemda setempat," katanya, Jumat (2/8/2019).
Jenis pelatihan ditetapkan sesuai keinginan para sasaran. Untuk saat ini, bidang yang diminta adalah tata boga dan elektronik. Bidang elektronik yang dimaksud adalah servis telepon seluler (ponsel).
Pelatihan tersebut akan dilaksanakan paling lambat satu bulan sejak sosialisasi ini. Adapun pada hari sosialisasi ini, dilakukan pemberian bantuan langsung berupa uang Rp2 juta per orang.
"Penggunaannya harus sesuai dengan kebutuhan, tidak boleh digunakan yang lain. Jadi untuk modal per orang. Semua cash transfer melalui bank. Juga sosialisasi, uangnya tidak boleh untuk beli pulsa, sehingga untuk kebutuhan mereka jadi itu dipantau terus oleh pihak kami," tegasnya.
Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang Retno Indriastuti mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta.
"Kita memang sedang berupaya bagaimana memberdayakan saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus seperti ini. Mudah-mudahan apa yang mereka latih selama nanti beberapa hari itu bisa mengangkat kemampuan juga mudah-mudahan bisa mengangkat kesejahteraan dari para saudara-saudara kita itu," ujar Retno.
Ia berharap, para penerima manfaat tersebut bisa lebih meningkatkan kemampuannya, mandiri, dan bisa mengembangkan hasil latihannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Gibran menyebut Indonesia memiliki sumber daya untuk ekosistem kendaraan listrik, tetapi inovasi dan penguasaan teknologi masih perlu diperkuat.
Kredit UMKM DIY mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026, tetapi melambat 2,05%. OJK mencatat NPL UMKM mencapai 8,32%.
DPRD Bantul menyoroti potensi pemangkasan TKD pada 2027 setelah anggaran tahun ini dipangkas lebih dari Rp150 miliar.
Mabes TNI memantau TMMD ke-130 di Bantul. Progres pembangunan talut mencapai 55%, cor beton 65%, serta jalan dan gorong-gorong 85%.
Pemkot Jogja menyiapkan bantuan biaya pengobatan bagi korban kericuhan Malioboro ber-KTP Jogja yang belum tercover pembiayaan kesehatan.