Advertisement
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, 9 Warga Sipil Tewas
Foto ilustrasi bendera Pakistan dan Afghanistan. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan perbatasan Pakistan-Afghanistan kembali meningkat setelah Islamabad menuding pasukan Afghanistan menargetkan warga sipil, menewaskan sedikitnya sembilan orang dalam dua hari terakhir.
Pemerintah Pakistan melalui Menteri Informasi Attaullah Tarar menyebut serangkaian bentrokan di wilayah perbatasan telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk perempuan dan anak-anak. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform X pada Jumat (1/5/2026).
Advertisement
Menurut Tarar, insiden terjadi di distrik suku Bajaur, wilayah barat laut Pakistan, yang disebutnya sebagai aksi penargetan warga sipil tanpa provokasi oleh pasukan perbatasan Afghanistan. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan kriminal.
Selain korban jiwa pada Kamis, Tarar menambahkan bahwa pada Jumat terdapat tiga warga sipil yang terluka saat bermain kriket akibat serangan drone quadcopter. Ia menuding serangan itu dilakukan oleh kelompok yang disebutnya sebagai Fitna Al Khwarij.
BACA JUGA
Pemerintah Pakistan menggunakan istilah tersebut untuk merujuk pada kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang dianggap anti-Pakistan dan dituding mendapat dukungan dari Kabul.
Namun hingga saat ini, pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan tersebut. Sebelumnya, Kabul secara konsisten membantah memiliki keterkaitan dengan TTP.
Di sisi lain, Afghanistan justru menuding Pakistan sebagai pihak yang lebih dulu melakukan serangan. Pada awal pekan ini, Kabul menyatakan sedikitnya empat warga sipil tewas dan 70 orang terluka, termasuk 30 pelajar, akibat serangan rudal yang diduga dilakukan Pakistan di Provinsi Kunar.
Pemerintah Afghanistan juga menyebut permukiman warga serta Universitas Sayed Jamaluddin Afghani turut terdampak dalam serangan udara tersebut.
Menanggapi tuduhan itu, Tarar menegaskan bahwa Pakistan hanya menargetkan tempat persembunyian teroris dan infrastruktur pendukungnya, serta mengklaim telah berhati-hati untuk menghindari korban sipil.
Meski demikian, klaim dari kedua pihak tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.
Konflik Pakistan-Afghanistan sendiri sebelumnya sempat memuncak pada Maret lalu, dengan bentrokan besar yang menewaskan ratusan warga sipil dan militan di kedua sisi perbatasan. Ketegangan mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata pada 18 Maret, bertepatan dengan perayaan Idul Fitri, atas dorongan mediasi dari Turki, Arab Saudi, dan Qatar.
Upaya lanjutan dilakukan melalui perundingan selama sepekan yang dimediasi oleh China di kota Urumqi, wilayah barat laut negara tersebut. Beijing menyatakan kedua negara sepakat membahas rencana komprehensif guna menyelesaikan berbagai persoalan yang memengaruhi hubungan bilateral, di tengah ketegangan yang masih berpotensi berlanjut di kawasan perbatasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- IKA FK Unsri Kawal Kasus Dokter Internship Meninggal, Ini Alasannya
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- DPR Usul SPT Pribadi Diperpanjang hingga Mei 2026
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Kericuhan May Day Bandung, Sejumlah Pelaku Diamankan
- Kebijakan Baru Prabowo di Hari Buruh, Dari Desa hingga Driver Online
- Perlintasan KA Tanpa Palang di Kulonprogo Disorot, Ini Masalahnya
Advertisement
Advertisement








