Advertisement

Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, 9 Warga Sipil Tewas

Newswire
Sabtu, 02 Mei 2026 - 15:37 WIB
Sunartono
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, 9 Warga Sipil Tewas Foto ilustrasi bendera Pakistan dan Afghanistan. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan perbatasan Pakistan-Afghanistan kembali meningkat setelah Islamabad menuding pasukan Afghanistan menargetkan warga sipil, menewaskan sedikitnya sembilan orang dalam dua hari terakhir.

Pemerintah Pakistan melalui Menteri Informasi Attaullah Tarar menyebut serangkaian bentrokan di wilayah perbatasan telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk perempuan dan anak-anak. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform X pada Jumat (1/5/2026).

Advertisement

Menurut Tarar, insiden terjadi di distrik suku Bajaur, wilayah barat laut Pakistan, yang disebutnya sebagai aksi penargetan warga sipil tanpa provokasi oleh pasukan perbatasan Afghanistan. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan kriminal.

Selain korban jiwa pada Kamis, Tarar menambahkan bahwa pada Jumat terdapat tiga warga sipil yang terluka saat bermain kriket akibat serangan drone quadcopter. Ia menuding serangan itu dilakukan oleh kelompok yang disebutnya sebagai Fitna Al Khwarij.

Pemerintah Pakistan menggunakan istilah tersebut untuk merujuk pada kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang dianggap anti-Pakistan dan dituding mendapat dukungan dari Kabul.

Namun hingga saat ini, pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan tersebut. Sebelumnya, Kabul secara konsisten membantah memiliki keterkaitan dengan TTP.

Di sisi lain, Afghanistan justru menuding Pakistan sebagai pihak yang lebih dulu melakukan serangan. Pada awal pekan ini, Kabul menyatakan sedikitnya empat warga sipil tewas dan 70 orang terluka, termasuk 30 pelajar, akibat serangan rudal yang diduga dilakukan Pakistan di Provinsi Kunar.

Pemerintah Afghanistan juga menyebut permukiman warga serta Universitas Sayed Jamaluddin Afghani turut terdampak dalam serangan udara tersebut.

Menanggapi tuduhan itu, Tarar menegaskan bahwa Pakistan hanya menargetkan tempat persembunyian teroris dan infrastruktur pendukungnya, serta mengklaim telah berhati-hati untuk menghindari korban sipil.

Meski demikian, klaim dari kedua pihak tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Konflik Pakistan-Afghanistan sendiri sebelumnya sempat memuncak pada Maret lalu, dengan bentrokan besar yang menewaskan ratusan warga sipil dan militan di kedua sisi perbatasan. Ketegangan mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata pada 18 Maret, bertepatan dengan perayaan Idul Fitri, atas dorongan mediasi dari Turki, Arab Saudi, dan Qatar.

Upaya lanjutan dilakukan melalui perundingan selama sepekan yang dimediasi oleh China di kota Urumqi, wilayah barat laut negara tersebut. Beijing menyatakan kedua negara sepakat membahas rencana komprehensif guna menyelesaikan berbagai persoalan yang memengaruhi hubungan bilateral, di tengah ketegangan yang masih berpotensi berlanjut di kawasan perbatasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kemarau Panjang Bantul, Petani Disarankan Tanam Palawija

Kemarau Panjang Bantul, Petani Disarankan Tanam Palawija

Bantul
| Sabtu, 02 Mei 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Wisata
| Kamis, 30 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement