Jangan Salah! Pilihan Pakaian dan Makakan Tandai Kondisi Mental Kita

Ilustrasi depresi. - JIBI
31 Juli 2019 08:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sinyal kondisi mental diri kita tanpa disadari dipengaruhi oleh kebiasaan, pakaian hingga makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Termasuk salah satunya depresi, yang memengaruhi sekitar 10% dari populasi manusia pada waktu tertentu. Tetapi, mungkin masih banyak orang belum menyadari penyebabnya selain ingatan masa lalu.

Para ahli dilansir dari Mirror, banyak makanan, minuman dan rutinitas di media online memberikan pengaruh pada perasaan seseorang.

1. Antibiotik

Kelompok antibiotik tertentu, seperti kuinolon dan penisilin terkait dengan risiko depresi. Sebuah penelitian di Unversitas Tel Aviv menemukan bahwa minum satu antibiotik saja meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

2. Aktivitas online

Peneliti di Swedia menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer maupun ponsel lebih banyak mengalami depresi. Hal ini disebabkan oleh kurang tidur hingga kurangnya komunikasi tatap muka.

3. Lampu tidur

Lampu kamar dan cahaya TV bisa memberikan efek negatif pada otak. Karena, lampu dapat mengganggu sekresi hormon melatonin yang membantu tubuh mendeteksi malam adalah waktunya tidur.

4. Makan sayuran

Orang yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi sayur dan buah lebih berisiko besar mengalami depresi. Tingginya kadar antioksidan dalam sayur dan buah membantu mencegah kerusakan radikal bebas pada sel.

5. Baju

Profesor Karen Pine dari University of Hertfordshire, menemukan bahwa apa yang kita pilih untuk dipakai sangat bergantung pada keadaan emosi kita.

Dia menemukan bahwa ketika wanita merasa tertekan, mereka lebih cenderung mengenakan jins dan atasan longgar.

Sumber : suara.com