Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi sabu-sabu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA- Mahasiswa baru diminta agar dilakukan tes narkoba.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta agar rektor di perguruan tinggi melakukan tes narkoba pada mahasiswa baru.
"Tujuannya untuk memastikan mahasiswa yang baru masuk tersebut tidak mengonsumsi narkoba," ujar Menristekdikti di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Ia menambahkan tes narkoba tersebut sudah dilakukan sejak 2017. Oleh karena itu, dia meminta agar tes tersebut terus dilakukan. Selain itu, rektor juga diminta untuk memastikan di lingkungan kampusnya tidak ada peredaran narkoba.
Ia mengaku sangat menyesalkan kasus peredaran narkoba yang terjadi di sejumlah kampus di Jakarta. Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Barat berhasil menangkap lima bandar narkotika jenis ganja di lingkungan kampus, dua di antaranya mahasiswa. Bandar narkoba itu, ada yang berstatus mahasiswa aktif, ada yang sudah tidak sekolah lagi atau sudah drop out, kemudian ada yang bukan mahasiswa.
Sebanyak 80 kilogram ganja dibagi ke masing-masing kampus yang ada di DKI Jakarta. Sebanyak 39 kilogram sudah diedarkan di kampus yang berada di Jakarta Barat, dua kampus di Jakarta Selatan 9 kilogram, kemudian 12 kilogram di salah satu universitas di Jakarta Timur. Kemudian sisanya masih dalam penyidikan.
"Kami sangat menyesalkan adanya peredaran narkoba di lingkungan kampus ini. Oleh karena itu, kami meminta agar pengawasan ditingkatkan lagi," imbuh dia.
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Didin Wahidin mengatakan pihaknya akan memperkuat apa yang sudah dilakukan, yakni Artipena atau aliansi relawan perguruan tinggi antipenyalahgunaan narkoba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.