Inggris Keluar dari Uni Eropa 31 Oktober

Boris Johnson - Reuters/Toby Melville
29 Juli 2019 04:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang baru saja mengambil alih sebagai perdana menteri Inggris pada Rabu lalu  berjanji untuk mencapai Brexit pada akhir Oktober. Dia  berulang kali mengatakan bahwa kesepakatan itu tidak dapat dibuka kembali.

Pendukung Brexit terkemuka Michael Gove, menulis di surat kabar Sunday Times bahwa pemerintah akan melakukan "upaya intensif" untuk mengamankan kesepakatan yang lebih baik dari UE.

"Kami masih berharap mereka akan berubah pikiran, tetapi kami harus beroperasi dengan asumsi bahwa mereka tidak akan kompromi. Tidak ada kesepakatan yang sangat nyata dan kami harus memastikan bahwa kami siap untuk keluar," tulis Gove.

Dia menambahkan bahwa bahwa setiap sen yang dibutuhkan Brexit tanpa kesepakatan akan bisa disediakan.

Gove mengatakan bahwa pemerintah akan meluncurkan salah satu kampanye informasi publik masa terbesar yang pernah dilihat negara ini untuk membuat orang dan bisnis siap untuk keluar 'tanpa kesepakatan' namun damai.

The Sunday Times melaporkan bahwa Dominic Cummings, dalang di balik kampanye referendum 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa dan sekarang menjadi pembantu senior Johnson, mengatakan pada pertemuan penasihat perdana menteri bahwa dia telah ditugaskan untuk mencapai Brexit "dengan cara apa pun yang diperlukan".

Johnson telah membentuk "kabinet perang" dari enam menteri senior untuk membuat keputusan tentang Brexit dan sedang mempersiapkan anggaran darurat, menurut surat kabar itu menambahkan.

Menulis di Sunday Telegraph, menteri keuangan baru Sajid Javid berkata: “Di hari pertamaku di kantor ...saya menugaskan para pejabat untuk segera mengidentifikasi di mana lebih banyak uang perlu diinvestasikan untuk membuat Inggris siap sepenuhnya untuk pergi pada 31 Oktober terlepas dari ada atau tidanya kesepakatan.

Ditanya oleh Sky News dari mana uang itu berasal, menteri keuangan junior Rishi Sunak mengatakan itu "bukan cek kosong" untuk pengeluaran tetapi Inggris mampu untuk meminjam lebih banyak.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia