Calhaj Indonesia Masak di Hotel, Hati-Hati Kebakaran!

Jamaah haji melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (12/7/2019). Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440 Hijriah. - ANTARA FOTO/Hanni Sofia
27 Juli 2019 08:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MEKKKAH--Jemaah calon haji asal Indonesia kerap kali merasa kurang dengan jumlah makanan yang dikonsumsi selama di Tanah Suci sehingga kerap memilih untuk memasak di hotel.  Mereka pun diimbau untuk berhati-hati akan kemungkinan terjadinya kebakaran.

Kepala Daerah Kerja Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019 Subhan Cholid di Kota Mekah, Jumat (26/7/2019), mengatakan sejumlah calon haji (calhaj) yang memerlukan tambahan makanan kerap kali memasak di pondokan.

“Jemaah dalam sehari diberi konsumsi dua kali, dan pada waktu-waktu yang tidak dapat konsumsi, biasanya masak sendiri. Kami imbau jemaah untuk berhati-hati,” katanya.

Menurut dia, tidak semua hotel menyediakan fasilitas pantry atau dapur mini yang bisa digunakan para calhaj.

Hal ini yang membuat mereka sering kali secara mandiri membawa peralatan, seperti penanak nasi, pemanas air, dan kompor kecil.

“Jadi, mohon agar jemaah berhati-hati, terutama ketika memasak di area hotel, agar betul-betul diawasi dan harus sampai selesai, maksudya kalau masak air atau nasi ditunggu sampai mateng baru dicabut,” katanya.

Ia juga mengimbau bagi calhaj yang merokok agar tidak membuang puntung sembarangan. Jika memungkinkan berhenti merokok demi kesehatan.

“Jangan puntungnya belum mati terus dibuang ke tempat sampah,” katanya.

Sumber : antara