Tol Sejauh 200 Km Siap Hubungkan Bandara dan Pelabuhan di Indonesia

Kapal kargo bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar New Port (MNP), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (25/3/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
22 Juli 2019 08:47 WIB Rivki Maulana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Megaproyek tol yang sejauh 200 kilometer yang menghubungkan pelabuhan dan bandara utama di Indonesia sedang menjadi bahasan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR). 

Secara bertahap dalam lima tahun ke depan, potensi tersebut bakal menjadi prioritas pengembangan jalan tol baru.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan bahwa interkoneksi antara jalan tol dengan infrastruktur perhubungan seperti bandara maupun pelabuhan belum maksimal.

Oleh karena itu, pembangunan jalan tol baru maupun ekstensi jalan tol yang sudah ada diarahkan untuk terhubung langsung dengan simpul kegiatan ekonomi lain.

"Pak Jokowi kan bilang jalan tol harus terhubung dengan kawasan ya. Kami akan dorong badan usaha untuk investasi lagi karena ada 200 kilometer [jalan tol] yang belum terkoneksi dengan baik," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Danang menerangkan bahwa potensi pengembangan bisa digarap oleh badan usaha melalui prakarsa maupun penambahan ruang lingkup.

Dia menggambarkan jalan tol akses ke Pelabuhan Patimban di Subang telah mendapat izin prakarsa dari Kementerian PUPR dan masuk daftar proyek jala n tol baru yang siap dilelang.

Sementara itu, penambahan ruang lingkup dimungkinkan pada dua ruas tol di Makassar, yaitu Jalan Tol Reformasi atau Ujung Pandang seksi 1 dan 2, serta Jalan Tol Seksi Empat. Secara konsolidasi, kedua ruas dimiliki dikelola oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META).

Danang menyebutkan bahwa jalan tol di Makassar yang sudah ada bisa diperpanjang menuju Pelabuhan Makassar New Port (MNP) sepanjang 2 kilometer.

Kajian atas kelayakan perubahan ruang lingkup perlu dilakukan sebelum jalan akses ke MNP dibangun.

"Kami perlu dengarkan business plan port [dari PT Pelindo IV] seperti apa, tahapannya bagaimana, kapan diperluas, dan trafiknya seberapa besar," jelasnya.

Sumber : bisnis.com