Pintu Keluar Tol Jogja-Solo Diharapkan Kian Gairahkan Objek Wisata

Ilustrasi jalan tol - Antara/Harviyan Perdana Putra
21 Juli 2019 22:37 WIB Hafiyyan News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Pembangunan pintu keluar tol (exit tol) Jogja-Solo di Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diharapkan bisa menerek potensi ekonomi wilayah tersebut.

Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan sektor yang dapat terdampak ekonominya dari pengembangan exit tol Karanganom ialah pariwisata dan industri, baik di Karanganom, Polanharjo, maupun wilayah dan sekitarnya.

“Di wilayah Polanharjo dan sekitarnya banyak berkembang objek wisata seperti Ponggok, Komunitas Kali Pusur, wisata kuliner, perikanan dan pemandian. Tidak sedikit industri berkembang di sana. Diharapkan pembangunan tol Jogja-Solo berdampak positif bagi warga sekitar,” jelasnya, Jumat (19/7/2019).

Sri mengatakan, pembangunan exit tol Karanganom sesuai hasil rapat di Semarang, yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah pekan lalu

Pembahasan rapat kali ini pun difokuskan pada kemungkinan timbulnya dampak pembangunan tol Solo-Jogja, khususnya penyelamatan sumber-sumber air, cagar budaya, dan kawasan pertanian lestari.

Rapat melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah, 11 camat yang wilayahnya dilintasi pembangunan tol, konsultan perencana dan pihak PT Adi Karya (Persero).

Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Joko Sawaldi menambahkan, pembahasan secara detail diperlukan. Beberapa mata air seperti Umbul Tarubasan, Pluneng, Brintik, Lanang, dan sebagainya harus diselamatkan, karena menjadi sumber kehidupan dan pertanian. Kajian Amdal terus disusun dengan memperhatikan ketentuan aturan yang berlaku.

“Lokasi yang dibahas terkait Pembangunan Tol Solo-Yogya ini masih bersifat rencana. Untuk penetapannya nantinya masih menunggu keputusan Gubernur Jawa Tengah,” kata dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia