Inikah Alasan Pengacara Tomy Winata Nekat Pukul Hakim Sunarso dengan Ikat Pinggang?

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat H. Sunarso - Bisnis/Ayyubi
18 Juli 2019 21:47 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Penasihat Hukum Tomy Winata Desrizal menganiaya Ketua Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Sunarso dengan memukul hakim menggunakan ikat pinggangnya pada saat membacakan putusan.

Sunarso mengakui pihaknya telah menolak gugatan yang dilayangkan Tomy Winata kepada PT Geria Wijaya Prestige (GWP) sebagai tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Namun, menurutnya sebagai seorang Pengacara, Desrizal seharusnya bersikap professional dalam menyikapi penolakan gugatan tersebut, bukan dengan cara main hakim sendiri dan memukul para hakim yang tengah membacakan putusan.

"Gugatan penggugat ditolak. Kalau soal putusan itu kan biasa ada yang kalah dan ada yang menang. Bagi yang kalah kan bisa menggunakan upaya hukum banding atau kasasi," tuturnya, Kamis (18/7/2019).

Dia mengimbau kepada seluruh Advokat agar tidak main hakim sendiri jika kliennya kalah di meja hijau tetapi mengambil sikap professional mengajukan upaya banding maupun kasasi, ke tingkat yang lebih tinggi jika tidak terima putusan Pengadilan tingkat pertama.

"Untuk pembelajaran bagi teman-teman advokat ya ini agar menjunjung tinggi professionalisme," kata Sunarso.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Makmur menjelaskan bahwa Hakim Ketua Sunarso pada saat itu tengah menyidangkan kasus perdata dengan nomor perkara 223/pdt.G/2018/JKT.Pst, antara pihak Tomy Winata sebagai penggugat dan PT Geria Wijaya Prestige (GWP) sebagai tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sumber : Bisnis.com