Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Melalui Pendidikan Pariwisata

Sejumlah peserta mengikuti Parade Bunga di Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/7/2019). Parade Bunga tersebut merupakan rangkaian acara Beautiful Malino dan merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Gowa yang diharapkan menjadi ajang pariwisata nasional. - Antara
15 Juli 2019 12:07 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia mengusung konsep peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan pariwisata dalam forum ASEAN Plus Three Tourism Training and Education Network (APTTTEN).

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Anang Sutono mengatakan, APTTTEN sebagai pengembangan dari project sebelumnya yang pernah ada pada 2010 berjudul ATTEN.

Setelah jejaring pendidikan antar intra-Asean terbentuk, Indonesia akan menginisiasi The 1st APTTTEN  Forum yang akan melibatkan pemerintah, pembuat kebijakan, Tourism Education Leaders, Tourism Professionals, dan institusi lainnya untuk membahas peningkatan kualitas pendidikan di bidang pariwisata.

“Hal ini tentu akan menguntungkan Indonesia sebagai tuan rumah. Terlebih saat ini SDM pariwisata kita harus berdaya saing global,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (15/7/2019).

Dalam rangka pengembangan produk dalam kerja sama ASEAN Plus Three (China, Jepang, dan Korea), Indonesia akan menyelenggarakan workshop bertema On Tourism Village Community Service and Product Enhancement To Attract Youth Travelers In Millenial Era.

Rencananya workshop tersebut akan diselenggarakan pada 10-12 September 2019 di Yogyakarta, Indonesia. 

“Workshop ini bertujuan untuk menarik minat para wisatawan milenial untuk mengeksplorasi desa wisata serta berbagi pengetahuan dan informasi budaya,” kata Anang.

Terlebih wisatawan asal Asean menjadi penyumbang kunjungan terbanyak ke Tanah Air. Pada 2018, wisman yang berkunjung ke negara Asen mencapai 135,3 juta wisman. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 7,6% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 125,7 juta wisman. 

Pada periode Januari-Mei 2019, Indonesia tercatat mendapat kunjungan wisman mencapai 6,37 juta orang, dengan pertumbuhan sebesar 2,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia