5 Pokok Visi Jokowi 5 Tahun ke Depan: Infrastruktur Hingga Bayi Stunting

Visi Indonesia di Bogor, Minggu (14/7/2019). - JIBI/Bisnis Indonesia/Lalu Rahadian
14 Juli 2019 21:37 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, BOGOR - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima poin pokok dalam visinya untuk membangun Indonesia lima tahun ke depan.

Pertama, Jokowi menyebut akan melanjutkan pembangunan infrastruktur di periode pemerintahannya yang kedua. Fokus akan ditujukan pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin untuk menyambungkan infrastruktur-infrastruktur yang telah dibangun dengan kawasan-kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta pariwisata.

"Kita juga jangan lupa menyambungkan infrastruktur-infrastruktur itu dengan kawasan-kawasan persawahan, perkebunan, tambak-tambak perikanan," kata Jokowi pada acara bertajuk Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (14/7/2019).

Poin kedua yang disampaikan Jokowi adalah niat menggencarkan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pembangunan SDM menjadi kunci untuk Indonesia agar menjadi lebih maju.

Jokowi menyebut visinya untuk menjamin kesehatan ibu sejak hamil, bayi, balita, dan anak-anak sekolah. Jaminan kesehatan diperlukan untuk bayi dan anak-anak untuk mencetak manusia indonesia yang unggul ke depan.

"Jangan sampai ada stunting, jangan sampai ada kematian ibu dan bayi yang meningkat. Tugas besar kita ada di situ," katanya.

Jokowi juga berjanji akan terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Presiden RI ketujuh ini juga menyebut akan membangun manajemen talenta Indonesia untuk melakukan identifikasi, fasilitasi serta dukungan bagi anak-anak bertalenta.

Poin ketiga, Jokowi menegaskan bahwa pemerintahan ke depan harus fokus untuk mendatangkan investasi ke Indonesia. Keran investasi diperlukan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

"Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Karena dengan cara inilah lapangan kerja akan terbuka yang sebesar-besarnya. Sebab itu yang menghambat investasi semuanya harus dipangkas baik itu perizinan yang lambat, yang berbelit-belit, apalagi yang ada punglinya," kata Jokowi.

Poin keempat, eks Gubernur DKI Jakarta ini menyinggung pentingnya reformasi birokrasi dilakukan agar lembaga-lembaga negara semakin sederhana dan lincah.

Jokowi berjanji akan memangkas birokrasi yang tidak efisien jika hal ini bisa ditemukannya. Reformasi birokrasi dianggap penting karena hal ini dipercaya menjadi kunci untuk menarik investasi.

"Akan saya cek sendiri, kontrol sendiri, begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif saya pastikan akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya. Oleh sebab itu, butuh menteri-menteri yang berani. Kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat, bermasalah, saya pastikan saya bubarkan," katanya.

Terakhir, Jokowi menekankan pentingnya alokasi dan penggunaan APBN secara efektif dan efisien. Jokowi berkata, setiap rupiah yang digunakan pemerintah dari APBN harus dipastikan memberi manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi yang besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu, optimis, percaya diri. Kita harus optimis dan percaya diri menghadapi tantangan-tantangan global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia," kata Jokowi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia