Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Sejumlah jemaah calon haji menunggu pemberangkatan usai upacara pelepasan di halaman Kantor Bupati Boyolali, Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali, di Kemiri, Mojosongo, Selasa (9/7/2019). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
Harianjogja.com, BOYOLALI--Mulai Rabu (10/7/2019) pagi, sebanyak 678 jemaah calon haji (calhaj) asal Boyolali diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah.
Mereka terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Kloter pertama yang akan membawa 206 jemaah asal Boyolali adalah kloter 12 dengan penerbangan nomor GA 6112.
Pesawat akan diterbangkan pada Rabu pukul 17.40 WIB yang juga mengangkut jemaah kloter terakhir asal Kota Bengawan.
Sisanya, sebanyak 355 jemaah diterbangkan dengan pesawat kloter 13 (GA 6113) pada pukul 22.50 WIB dan terakhir dengan pesawat kloter 14 (GA 6114) sebanyak 106 jemaah pada Kamis (11/7/2019) sore bersama jemaah lain asal Kabupaten Temanggung.
Di samping itu, Pemkab Boyolali juga telah menugaskan lima orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang masing-masing keberangkatannya dibagi dalam tiga kloter tersebut.
Upacara pelepasan jemaah calon haji dilakukan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat di halaman Kantor Bupati Boyolali, Kompleks Perkantoran Terpadu, Kemiri, Mojosongo, Selasa (9/7/2019).
Sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, para jemaah diajak menundukkan kepala dan membaca Surah Alfatihah untuk mendiang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, pejuang kemanusiaan asli Boyolali yang meninggal dunia Minggu (7/7/2019).
Kepala Kemenag Boyolali, Fahrudin, menyebutkan sedikitnya ada sepertiga dari total jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi atau berusia di atas 50 tahun. “Meski demikian memang sejak awal jumlah jemaah tetap, tidak ada jemaah yang batal berangkat,” tutur Fahrudin kepada Solopos.com, siang.
Salah seorang jemaah asal Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Maksum, 62, mengatakan dirinya harus menunggu selama delapan tahun sebelum akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci.
Delapan Tahun
“Rata-rata memang menunggu selama delapan tahun sebelum akhirnya diberangkatkan, ini cukup lama,” ujar Maksum ketika ditemui di halaman Kantor Bupati. Meski di usia senja, Maksum bertekad akan melaksanakan ibadah dengan optimal.
Seusai pelepasan, para calhaj menuju Asrama Haji Donuhudan, di Ngemplak. Setelah tiba di Asrama Haji, jamaah calhaj mengikuti penyambutan dan pengarahan dari PPIH.
Selanjutnya, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan secara bergiliran dan akan berangkat ke Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Gempa M 4,6 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Selasa dini hari. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami dan mengingatkan mitigasi.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengajak siswa SMPN 3 Kokap menjauhi judi online, radikalisme, dan perundungan serta melanjutkan pendidikan.