Advertisement
PBB Pastikan Gugurnya TNI di Lebanon Akibat Serangan Tank Israel
Bendera PBB. / UN.org
Advertisement
PBB ungkap dua penyebab tewasnya pasukan UNIFIL di Lebanon, tembakan tank Israel dan ledakan IED diduga Hizbullah.
PBB investigasi UNIFIL Lebanon, pasukan Indonesia gugur UNIFIL, serangan tank Israel Lebanon, ledakan IED Hizbullah, konflik Israel Hizbullah 2026, penjaga perdamaian PBB tewas, kronologi insiden UNIFIL, Lebanon selatan konflik terbaru, operasi darat Israel Lebanon, berita militer internasional, penyebab kematian pasukan UNIFIL, eskalasi konflik Timur Tengah terbaru
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap temuan awal terkait dua insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026.
BACA JUGA
Juru Bicara PBB, Stephanie Dujarric, menyampaikan bahwa investigasi awal menunjukkan sumber serangan berbeda pada dua kejadian tersebut, berdasarkan bukti fisik di lokasi.
Untuk insiden 29 Maret, analisis menunjukkan proyektil yang menghantam posisi PBB 7-1 merupakan peluru utama tank kaliber 120 mm. Proyektil itu diduga ditembakkan dari tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju wilayah Ett Taibe.
“Perlu diingat bahwa, untuk mengurangi risiko terhadap personel PBB, UNIFIL kembali telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret,” kata Dujarric dalam siaran pers Pusat Informasi PBB di Indonesia, Rabu.
Sementara itu, insiden 30 Maret diduga dipicu oleh ledakan perangkat peledak rakitan atau IED. Berdasarkan analisis lokasi ledakan, kondisi kendaraan, serta temuan IED kedua di sekitar lokasi, ledakan tersebut dipicu oleh korban melalui mekanisme tripwire.
“Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,” ujarnya.
Dua insiden tersebut menyebabkan gugurnya Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon. Hasil temuan awal ini telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia, Lebanon, dan Israel.
PBB menegaskan bahwa temuan ini masih bersifat awal dan investigasi menyeluruh masih berlangsung, termasuk pembentukan Dewan Penyelidikan sesuai prosedur organisasi.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia, PBB juga menegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum internasional.
“Insiden-insiden ini tidak dapat diterima. Kami telah meminta para pihak terkait agar kasus ini diselidiki dan diproses secara hukum oleh otoritas nasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan dan memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap penjaga perdamaian,” kata Dujarric.
Ia menambahkan, seluruh pihak wajib menjamin keselamatan personel penjaga perdamaian serta menghormati kekebalan fasilitas PBB dalam situasi konflik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Stok Logistik Minim BPBD Sleman Andalkan Bantuan dan Belanja
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Prediksi Skor Real Madrid vs Bayern Perempat Final Liga Champions
- Banyak Tak Sadar Kekurangan Vitamin Ini Bisa Picu Risiko Diabetes
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Menkeu Tegaskan Kebijakan BBM Subsidi Atas Arahan Presiden
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Polri Ungkap Potensi Kerugian Kebocoran Subsidi BBM-LPG Capai Rp1,26 T
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
Advertisement
Advertisement






