Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Ilustrasi penembakan./JIBI
Harianjogja.com, PAMEKASAN- Aparat Polres dan polisi militer Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (7/7/2019) menangkap oknum ofisial PSM Makassar yang diketahui membawa senjata api saat laga leg kedua semifinal Piala Indonesia berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
Petugas langsung menggiring pria yang menggunakan ID Card resmi PSM Makassar itu ke luar stadion setelah ia menunjukkan senjata apinya kepada penonton yang sedang menonton pertandingan di tribun utama stadion itu.
Menurut petugas keamanan dari Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Madura United FC Sapto Wahyono, oknum ofisial PSM Makassar itu memperlihatkan pistol kepada suporter tuan rumah dari bench pemain PSM saat aksi pelemparan botol bekas air mineral mewarnai laga.
"Saat itu juga petugas mengetahui aksi si ofisial dari PSM Makassar ini, dan langsung," kata Sapto, menjelaskan.
Pihak panitia, sambung dia, menyerahkan sepenuhnya proses penanganan hukum itu kepada polisi.
"Intinya bahwa kami percaya penuh kepada teman-teman Polres Pamekasan, terkait penanganan oknum ofisial yang membawa senjata api ke stadion itu," katanya.
Saat laga itu berlangsung, memang sempat terjadi pelemparan bekas botol air mineral dari penonton di tribun utama ke bench PSM Makassar.
Ikhwal terjadinya pelemparan itu, karena bola dari "ballboy" yang hendak disodorkan ke pemain Madura United Rendika Rama untuk lemparan ke dalam justru ditendang jauh keluar lapangan oleh ofisial PSM Makassar yang ada di bench.
Beberapa orang penonton di tribun utama yang melihat secara langsung tindakan oknum official PSM Makassar itu langsung terpancing emosi dan melempari bench dengan bekas botol air mineral.
Lemparan oleh penonton semakin parah ke bench PSM Makassar setelah ada official PSM yang menunjukkan pistolnya ke penonton seperti mengancam hendak menembak.
Saat itu juga pemegang senjata api yang menggunakan ID Card PSM Makassar tersebut akhirnya diamankan oleh Corp Polisi Militer (CPM) yang bertugas di stadion dan Provos Polres Pamekasan.
Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo membenarkan adanya penangkapan oknum ofisial PSM Makassar saat laga tanding melawan Madura United FC, Kamis (7/7) itu.
"Memang benar tadi sempat ada official PSM Makassar yang diamankan, tapi baru saja sudah kita lepas setelah dilakukan pemeriksaan," kata Teguh kepada ANTARA per telepon, Kamis malam.
Kapolres menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan, ofisial yang membawa senjata api itu adalah anggota Brimob di Makassar. Ia memang merupakan ofisial PSM Makassar dan ditugaskan oleh Polres Makassar sebagai petugas keamanan atas permintaan PSM Makassar.
"Kita juga telah meminta keterangan dari pihak PSM Makassar ternyata memang benar," kata Kapolres.
Selain itu, kepemilikan senjata api anggota Brimob itu juga lengkap surat-suratnya, termasuk surat keterangan sebagai ofisial PSM Makassar.
Sementara itu, pada laga leg kedua Piala Indonesia, PSM Makassar kalah atas tim tuan rumah dengan skor akhir 1-2. Meski kalah, PSM tetap berhak melaju ke babak final, karena Madura United kalah agregat gol atas PSM Makassar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 6 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Cek jam berangkat terbaru, tarif Rp8.000, perjalanan makin mudah.
Cek jadwal lengkap KRL Jogja–Solo Senin 6 Juli 2026. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan fleksibel dari Jogja ke Solo.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.