PKS Dukung Pertemuan Jokowi-Prabowo, tapi Tetap sebagai Oposisi

Peserta pemilihan presiden 2019 Joko Widodo (kanan), dan Prabowo Subianto, bersalaman di sela-sela pengambilan nomor urut di Komisi Pemilihan Umum Jakarta, Jumat (21/9/2019). - Bisnis/Dwi Prasetya
01 Juli 2019 16:47 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, JAKARTA-- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto, namun tidak akan mengubah posisi PKS sebagai partai oposisi.

Hal itu disebutkan oleh politisi PKS, Mardani Ali Sera. “Bagus. Saya pribadi setuju Pak Jokowi dengan Pak Prabowo bertemu tapi kalau pertemuan ini terjadi, Pak prabowo bisa tegas mengatakan bahwa kita ini oposisi,” kata dia, saat dihubungi di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Rekonsiliasi, menurut dia, bermakna sebagai pertemuan untuk kembali bersatu setelah kontestasi Pemilu 2019 selesai. Namun begitu, tetap memperbolehkan ada perbedaan dan bersiap untuk kompetisi berikutnya.

Lebih lanjut, Mardani juga menegaskan bahwa rekonsiliasi tidak sama dengan bagi-bagi kursi, karena jika demikian maka tidak akan ada lagi pihak oposisi.

“Kalau bagi-bagi kursi itu bukan rekonsiliasi tapi akuisisi. Orang jadi gak oposisi lagi malah gak bagus,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, juga mengatakan, format ketatanegaraan Indonesia sudah menganal oposisi.

Sumber : Antara