Advertisement
Pansel Waspadai Capim KPK Disusupi Kandidat Radikal
Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih (kiri) bersama anggota Pansel Capim KPK Harkristuti Harkrisnowo - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-- Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK 2019-2023 mewaspadai adanya kemungkinan penyusupan radikalisme di KPK. Karenanya, pansel akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris untuk mencegah adanya kandidat yang terpapar paham radikal.
Ketua Panitia Seleksi Capim KPK Yenti Garnasih mengaku khawatir jika ada kandidat pimpinan KPK periode 2019-2023 yang terpapar paham radikal. Menurut Yenti pihaknya akan menggandeng BNPT untuk membantu menelusuri rekam jejak ideologi para kandidat sehingga KPK bisa bebas dari paham radikal.
Advertisement
"Memang kami akui menggandeng BNPT ini hal yang baru ya, kami menggandeng BNPT karena tidak mau kecolongan ada calon yang terpapar radikalisme," tutur Yenti, Kamis (13/6/2019).
Selain itu, Yenti mengaku akan mengajak Forum Pimpinan Redaksi media massa untuk membantu menelusuri para kandidat tersebut agar mendapat nama-nama calon pimpinan yang bersih dan tidak terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi apa pun.
BACA JUGA
"Korupsi masalah semua, bukan penegak hukum saja. Media juga harus andil membongkar korupsi dan menjaga agar marwah penegak hukum bisa lebih baik," kata Yenti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kejari Gunungkidul Awasi Program MBG Cegah Penyelewengan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Wilayah di Jogja dan Sedayu Kena Pemadaman Listrik, Hari Ini
- Kasus Pengeroyokan Remaja di Bantul, Motif Diduga Rivalitas Geng
- Turis Kolombia Ngamen di Bantul Berujung Dideportasi
- Lansia 80 Tahun Tewas di Simpang Jambon, Diduga Pengendara Lalai
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 22 April 2026
- Viral, Area Pemakaman di Jogja Diduga Dipakai Kandang dan Gudang
- Menkeu Copot Dua Dirjen, Tiga Posisi Strategis Kosong
Advertisement
Advertisement








